News Room, Jum’at ( 26/06 ) Keberadaan tempat-tempat dan bangunan bersejarah di Sumenep perlu terus dilestarikan. Seperti halnya tempat tinggal Raja-raja Sumenep tempo dulu yang saat ini masih terus dilestarikan oleh para keturunannya. Salah satunya berada di Desa Batu Ampar Kecamatan Guluk-guluk. Hal tersebut diakui Camat Guluk-guluk, H. Abd. Rachem, SH ketika ditemui News Room saat meninjau rumah tua di Dusun Berumbung Desa Guluk-guluk, Jum’at pagi (26/06). Menurutnya, pelestarian bangunan bersejarah itu penting untuk di pertahankan, agar menjadi bukti sejarah. Dikatakan, di Kecamatan Guluk-guluk cukup banyak tempat dan bangunan bersejarah yang masih tetap utuh seperti semula. Namun, ada sebagian yang sudah rapuh dan berganti dengan bangunan baru. Seperti halnya pendopo yang ada di depan bekas rumah K. Abdullah pada masa kecil R. Moh. Saud (Bendara Saud). â€ÂSyukurlah peninggalan raja berupa rumah tua itu masih ada dan didiami oleh keturunannya. Hanya saja, pendopo di depannya sudah direnovasi menjadi rumah, serta pohon besar yang usianya ratusan tahun kini sudah mati,†ujar H. Abd. Rachem. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada para keturunan raja yang ada di Desa Batu Ampar, agar mereka tetap menjadikan peninggalan itu sebagai kebanggaan dan tetap memeliharanya, agar nilai sejarah yang ada tetap terjaga dan tidak punah. Sementara salah seorang keturunan K. Abdullah, RB. Moh Sadik mengaku keluarga besarnya tetap menjaga kelestarian bangunan yang bersejarah tersebut. Moh. Sadik yang juga sebagai Kepala Dusun Berumbung ini, silaturrahmi keluarga besar keturunan K. Abdullah terus dijaga hingga saat ini. Bahkan, langgar dengan atap belalang yang dipercaya keempat tiangnya merupakan peninggalan yang tidak ketahui siapa pembuatnya itu, dan tidak bisa diganti dengan genting, sampai sekarang tetap menjadi tempat berkumpul dan bersilaturrahmi. Disamping juga sebagai tempat melaksanakan munajad kepada Sang Khaliq. ( Ren, Esha )