News Room, Senin ( 20/04 ) Ditengah anjloknya harga kelapa, hingga dibawah Rp. 1.000,00 per-buah, namun tidak berdampak pada harga kelapa kopyor yang biasa disebut nyiur “Poan“ oleh masyarakat Madura. Bahkan, harga kelapa yang seluruh isi buahnya penuh dengan aroma rasa yang enak itu hingga mencapai puluhan ribu rupiah. Biasanya, untuk harga kelapa kopyor ditempat antara Rp. 9.000,00 hingga Rp. 10.000,00 per-buah untuk ukuran kecil, sedangkan ukuran besar bisa mencapai Rp. 15.000,00 hingga Rp. 20.000,00 per-buah. Kelapa kopyor ini banyak ditemui di Desa Jenang Kecamatan Batang-batang. Tepatnya di 2 Dusun, yakni di Dusun Paoto’an dan Dusun Nyabungan. Hampir disetiap lahan tegal milik masyarakat disana ada pohon kelapa, meskipun sebagian juga ada pohon siwalan. Kepala Desa Jenang, Rusdiyanto ketika ditemui News Room mengungkapkan, masyarakat di 2 Dusun tersebut memang memiliki potensi buah kelapa kopyor yang cukup bagus dan enak rasanya, sehingga seringkali pemilik pohon kelapa kopyor disana mendapat pesanan dari orang-orang penting di Kabupaten Sumenep. “Bahkan jika ada acara khusus, mereka rela memberi harga yang tinggi hingga mencapai Rp. 50.000,00 untuk kwalitas super,â€Âujar Rusdiyanto. Dijelaskan, potensi kelapa kopyor di 2 Dusun tersebut bisa dikatakan tidak pernah putus setiap musim. Rata-rata setiap hari bisa menghasilkan 50 buah, baik dimusim kemarau maupun penghujan. Berbeda dengan pohon siwalan, yang biasanya musim air siwalan untuk produksi gula merah, adanya pada musim kemarau saja. Kades muda berusia 32 tahun yang baru 2 tahun menjabat ini berharap, potensi tersebut dapat lebih meningkatkan penghasilan masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat Desa Jenang hanya mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian jagung, palawija dan kacang-kacangan, yang hasilnya tidak terlalu bisa diandalkan. ( Ren, Esha )