Sumenep-Kominfo News Room : Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan orang tua. Diperjelas dalam pasal 6, yaitu setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Maka ketiga sektor inilah yang sangat mempengaruhi terhadap upaya pembangunan pendidikan kita. Oleh karenanya diharapkan bagaimana cara ketiga komponen itu selalu bersinergi untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas, sehingga nantinya tidak akan saling melempar tanggung jawab atau saling menyalahkan, namun bagaimana cara mencari solusi terhadap setiap kekurangan yang ada di sekolah itu. Sebab bagaimanapun juga, tidak akan berarti banyak teknologi yang digunakan dalam pembangunan pendidikan itu, atau sebaik dan selengkap sarana yang dipergunakan dan sebaik manapun konsep dan teori yang akan kita laksanakan dalam pembangunan pendidikan ini, tanpa didukung oleh komitment dan keikhlasan dari semua pihak, tidak akan memiliki arti banyak. Demikian menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, MM pada acara interaktif di Radio Gema Sumekar (RGS), Selasa (19/06). Disisi lain Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Abd. Manap yang notabene sebagai Ketua Badan Akreditasi Sekolah (BAS) menjelaskan, untuk terus berusaha mencapai mutu yang diharapkan, diperlukan proses akreditasi, yaitu suatu proses penilaian secara konprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan atau program pendidikan yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik. Dalam proses akreditasi itu, sebuah sekolah dievaluasi dalam kaitannya dengan arah tujuan yang didasarkan pada keseluruhan kondisi sekolah sebagai institusi belajar. Walaupun berbagai ragam perbedaan terjadi diantar sekolah, tetapi tetap dievaluasi sesuai dengan standar tertentu yang sifatnya dapat mendorong dan menciptakan suasana kondusip bagi pertumbuhan pendidikan dan memberikan arahan untuk evaluasi diri yang berkelanjutan serta menyediakan perangsang untuk terus berusaha mencapai mutu. ( Soek, Esha )