News Room, Jumat ( 24/07 ) Dinasti terakhir penguasa Sumenep di jaman keraton, ialah dinasti Bindara Saut. Sebagian kalangan sejarawan atau masyarakat umum mengetahui, jika Bindara Saut merupakan penguasa yang berasal dari kalangan ulama.
Beliau adalah putra Kiyai Abdullah atau Kiyai Batuampar, putra dari Kiyai Abdul Qidam dan Nyai Asri. Dalam catatan keluarga keraton, Kiyai Abdul Qidam disebut sebagai keturunan Raden Fattah Sultan Demak, dari garis pancer. Namun, dalam catatan-catatan lain, justru ada beberapa versi mengenai nasab Kiyai Abdul Qidam.
"Dalam sejarah raja-raja memang silsilah merupakan alat legitimasi kekuasaan. Namun tentu, kita tidak bisa berprasangka buruk pada leluhur yang mencatat silsilah. Tapi memang tugas kita untuk meluruskan sejarah ketika ada atau ditemukan penyelewengan sejarah oleh pihak-pihak tertentu,"kata RB. Moh. Muhlis, salah satu anggota keluarga keturunan keraton Sumenep pada News Room.
Kembali pada Kiyai Abdul Qidam, saat ini mulai ditemukan catatan-catatan kuna mengenai nasab beliau. Salah satu catatan tersebut berasal dari keluarga Raba, Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
"Kemarin memang saya sempat dihubungi mengenai penemuan catatan tersebut. Saat ini yang memegangnya dari keluarga keturunan Kiyai Adil bin Abdul Qidam yang ada di Pamekasan. Sumbernya juga didapat dari keluarga pencatat silsilah keturunan Kiyai Candana atau Sayyid Zainal Abidin, Kwanyar Bangkalan,"kata RB. Moh. Farhan, salah satu anggota keluarga lainnya.
Dalam catatan tersebut Kiyai Abdul Qidam justru disebut sebagai putra dari Kiyai Salase, Patapan, Bangkalan. Kiyai Salase ini bernama asli Abdul Mufid keturunan pancer dari Kiyai Khathib Pranggan, salah satu putra Pangeran Katandur, cucu Sunan Kudus.
Di catatan itu Kiyai Abdul Qidam disebut bersaudara dengan Kiyai Pandita, Teja, Pamekasan, leluhur kiyai-kiyai di Pamekasan, seperti Kiyai Bayan (Kiyai Waru II) dan Bindara Fatah, leluhur kiyai-kiyai di Ambunten. Saudara Kiyai Abdul Qidam lainnya ialah Kiyai Abdul Azhim, leluhur Syaikhona KH. Mohammad Khalil Bangkalan.
"Memang, ada informasi kuna memang Kiyai Abdul Qidam itu berasal dari barat Sumenep. Ada yang bilang dari Sampang dan Bangkalan,"kata H. R. Abuyazid, keturunan Kiyai Abdullah yang berdomisili di Batuampar.
Oleh karena itu, menurut Abuyazid atau Dhin Yazid, memang perlu adanya pertemuan antara keluarga di Sumenep dan keluarga di Pamekasan untuk sharing bersama sehingga sejarah bisa diluruskan.
"Saya memang dengar dari keluarga atau famili di Sumenep yang notabene keturunan Kiyai Abdullah dari jalur Bindara Saut akan mengadakan pertemuan masalah pembahasan nasab dan sejarah Kiyai Abdul Qidam ini,"tutupnya. ( Farhan, Esha )