Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2017
  • 1043 Kali

Mengenal Budaya Topeng Gulur Desa Larangan Barma

News Room, Rabu ( 18/01 ) Kabupaten Sumenep memang kaya dengan seni dan budaya warisan kuna yang khas dan menarik. Namun seperti di belahan nusantara lain, tak sedikit dari warisan kearifan lokal itu yang sudah tenggelam alias tak populer. Terdesak oleh arus jaman. Salah satu budaya asli Madura Timur yang menarik ialah topeng Gulur. Topeng Gulur hidup dan berkembang di Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.

"Topeng ini mempunyai keunikan tersendiri, beda dengan Topeng Dalang Madura yang dapat digelar dalam peristiwa mana pun, dan dapat dinikmati secara terbuka oleh masyarakat," kata Syaf Anton, salah satu Budayawan Senior Kabupaten Sumenep.

Dijelaskan Anton, pelaku Topeng Gulur, diperankan oleh tiga orang dengan mengenakan topeng (tatopong) bernuansa sekaligus berkarakter keras dan berwarna merah. Disamping itu, pemerannya juga berikat kepala kain merah, berambut hitam panjang yang terbuat dari rajutan benang. "Busana yang dipakai berupa baju sejenis rompi berwarna hitam beraksesoris manik-manik, berkalung bunga yang menggantung sampai perut, sabuk, serta kalung gungseng di kaki, " tambahnya.

Dalam setiap pergelaran budaya topeng ini, biasanya diiringi dengan bunyi-bunyian (tetabuhan) yang biasa dimainkan dalam Musik Saronen dengan irama agak beda. "Topeng ini digunakan sebagai peristiwa ritual dan diyakini sebagai bentuk persembahan kepada Sang Pencipta melalui penyatuan diri dengan bumi, " tutup Anton. ( M. Farhan, Fer )