News Room, Sabtu ( 05/02 ) Rencana Kecamatan Kalianget yang akan dijadikan tempat wisata, mendapat respon kalangan masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Sebab, Kalianget memang memiliki banyak obyek wisata sejarah yang patut dilestarikan. Juriyanto, salah seorang tokoh pemuda Desa Kalianget Timur mengaku salut, apabila daerahnya kembali berkibar seperti pada masa 70-80-an lalu. Yakni, ketika banyak kapal luar dan milik Perum Garam kala itu keluar masuk pelabuhan Kalianget. “Tidak hanya untuk kepentingan perdagangan garam dan soda yang waktu itu menjadi produksi unggulan Perum Garam, namun Sumenep yang dikenal dengan tempat wisata religinya, membuat para wisatan luar datang melalui darat dan laut ke Sumenep,”ujarnya. Tentunya, pelabuhan setiap hari menjadi ramai oleh pengunjung. Dan mereka menyempatkan mendatangi sejumlah tempat wisata di Sumenep, seperti Asta Yusuf di Kecamatan Talango, Asta Tinggi dan Museum, serta tempat wisata religi lainnya di Sumenep. Sebenarnya, tegas Juriyanto yang juga pegiat LSM di Sumenep ini, di Desa Kalianget Timur sendiri banyak memiliki tempat wisata yang memiliki sejarah dan kharisma bagi masyarakat. Seperti halnya Bujuk Binteng yang berada tidak jauh dengan Pantai Batu Kurung, yang juga sebagai tempat wisata ketika lebaran ketupat. Bujuk Binteng memiliki sejarah yang perlu digali, sebab saat ini sebagian pengunjung Asta Yusuf, seringkali menyempatkan mencari pula Bujuk Binteng, yang berada sekitar 30 meter sebelah utara pelabuhan Kalianget. Karena itu, perlu menggali kembali sejarah Bujuk Binteng yang sebenarnya. Sebab, jika Bujuk Binteng menjadi tujuan para wisata religi seperti Asta Yusuf, pengunjung wisata ke Sumenep, khususnya di Kalianget akan semakin ramai. “Dan itu jelas akan memberikan dampak bagi penghasilan masyarakat, seperti abang becak, penjual makanan dan sebagainya,”tambahnya. ( Ren, Esha )