Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-03-2015
  • 688 Kali

Menguak Situs-Situs Terpendam Di Sekitar Asta Tinggi

News Room, Jumat ( 27/03 ) Kompleks pemakaman Asta Tinggi sejatinya bukan hanya Asta Raja, namun juga asta beberapa kerabat, keturunan, dan tokoh-tokoh penting yang memiliki benang merah dengan kejayaan Sumenep masa silam. Namun, tidak semua situs di sekitar Asta Tinggi terawat sebagaimana yang ada di Kompleks Asta Raja atu kompleks utama. 

“Banyak yang perlu dikuak. Ya kalau bukan nama tokohnya, biografi hidupnya juga perlu untuk diketahui bersama. Karena ini adalah bagian dari sejarah. Dan kita memiliki kaitan yang tidak pernah bisa dipisahkan dari sejarah tersebut,”kata salah seorang pemerhati budaya Sumenep, R. Nurul Hidayat, S.Pd, pada News Room Jumat (27/03).

Menurut Nurul, ada beberapa situs-situs tersembunyi yang ada di kawasan Asta Tinggi yang belum disinggung dalam sejarah. Kalaupun ada hanya penyebutan dalam bagian silsilah atau hubungan pertalian darah.

“Ini yang perlu diungkap siapa mereka, apa peran dan andilnya dalam Sumenep masa silam,”kata alumnus Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) Al-Amien Prenduan ini.

Tokoh-tokoh itu diantaranya Kangjeng Kiyai Adipati Ario Suroadimenggolo V “Hoofd Regent” atau Adipati Wadhono (Adipati yang membawahi beberapa kadipaten lain) di Semarang, dan putranya Raden Adipati Pringgoloyo.

“Bagi pengunjung asta atau pembaca buku literatur peta asta Tinggi, tentu akan dihinggapi pertanyaan, siapa gerangan tokoh ini ? Mengapa Adipati Semarang di Jawa Tengah sana sampai dimakamkan di Sumenep plus sebagian besar anggota keluarga beliau?,”tambah Nurul.

Memang ada sedikit keterangan, bahwa beliau adalah mertua Raja Sumenep, Sultan Pakunataningrat sekaligus saudara sepupunya (sepupu dua kali, atau dupopo dalam bahasa Maduranya).

Hubungan ini didapat dari pihak ibu Sultan yang bernama Raden Ajeng Maimunah, putri Pangeran Adipati Ario Suroadimenggolo IV. Keterangan lain di pintu gerbang makam ada wasiat Sultan agar lebih dulu menziarahi beliau sebelum Sultan dan sesepuh keraton yang lain. Lalu apa kisah di balik itu?

“Dalam beberapa literatur, beliau dikenal sebagai Kangjeng Terboyo. Seorang Adipati yang memiliki wawasan keilmuan luas dan menguasai berbagai disiplin ilmu serta kebudayaan tanah Jawa. Tokoh di balik peristiwa Perang Diponegoro. Tokoh yang menjadi tempat konsultasi kaum bangsawan Jawa, bahkan kalangan kolonial,”ungkap Nurul.

Selain itu ada juga makam Patih Mangun, Kiyai Wirodipuro, Raden Ardikusumo, Kiyai Zainal Abidin (Penghulu), dan lain sebagainya.

“Generasi kita perlu tahu siapa mereka. Tentu untuk kita suri tauladani kebaikan-kebaikannya. Rata-rata banyak prasasti di area makam-makam yang sudah tidak terawat itu masih utuh.

Nah, sebelum informasi itu rusak, tentu tugas kita bersama untuk menguak misteri di dalamnya,”pungkas salah satu guru di SMK Negeri 1 Sumenep ini. ( Farhan, Esha )