Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-09-2006
  • 715 Kali

MENJAMURNYA LAZ BUKAN MERUPAKAN PESAING BAZ

Sumenep-Kominfo News Room : Menjamurnya Lembaga Amil Zakat (LAZ) YDSF, LMI, Rumah Zakat dan lainnya bukan dianggap pesaing Badan Amil Zakat (BAZ) Jatim tetapi sebagai patner dalam peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus membantu dalam pendistribusian hasil zakat. Kepala Kantor BAZ Jatim, Benny Nur, MU, SSoI di kantornya Surabaya, Rabu (27/09) kemarin mengatakan, banyaknya LAZ yang berdiri akhir-akhir ini terlebih menjelang bulan puasa, BAZ Jatim tidak menganggapnya sebagai pesaing atau kompetitor. Hal ini dikarenakan LAZ maupun BAZ adalah lembaga sosial agama yang tidak berorientasi pada bisnis. Alasan lain BAZ Jatim tidak menganggapnya mereka sebagai pesaing dalam mendapatkan para donatur, karena selama ini yang objek untuk pengumpul zakat di BAZ Jatim adalah para birokrat di pemerintahan dalam hal ini Pemerintah Propinsi Jawa Timur. “Dan kita tidak pengumpulan zakat, infaq, shadaqoh (ZIS) dari masyarakat umum yang selama ini menjadi objek LAZ. Pembagian objek penerimaan zakat ini semua telah diatur dalam Undang-Undang Perzakatan,” katanya. Menurutnya, walaupun LAZ banyak berdiri dimana-mana, baik yang cikal bakalnya dari Yayasan Panti Asuhan maupun Ponpes, selama ini tingkat penerimaan zakat dari para muzakki atau mutashaddiq di BAZ Jatim tidak mengalami penurunan. Sebab BAZ sudah memiliki kepercayaan diantara para muzakki disetiap instansi pemerintahan di Jawa Timur. Selain itu, BAZ juga telah mendapatkan kepercayaan dalam pendistribusian ZIS dari masyarakat maupun pemerintah. Hal ini dibuktikan pada 2005 BAZ Jatim telah mendapatkan penghargaan Zakat Award dari Departemen Agama RI dan salah satu lembaga independen perzakatan sebagai lembaga pendistribusi zakat terbaik di Indonesia. “Di BAZ Jatim pada setiap penerimaan maupun penyaluran kita tidak pernah memotongnya walaupun kita memiliki hak seper delapan persen,” katanya. Untuk mensinkronkan antara program BAZ Jatim dan BAZ Kabupaten/Kota, telah dibentuk forum komunikasi bersama. Pembentukan forum ini dimaksudkan agar dalam setiap penyaluran ZIS dalam setiap programnya tidak terjadi over lapping ataupun tumpang tindih. “Terbentuknya forum ini juga untuk memperluas penyebaran ZIS di semua daerah di Jatim sehingga tidak terkumpul pada satu daerah saja,” jelasnya. Pada 2005 penerimaan dana ZIS di BAZ Jatim mencapai Rp.1.496,714,46, sedangkan pada tahun 2006 sampai bulan Agustus perolehannya mencapai sebesar Rp. 960.872,619,12. ( JNR, Esha )