Media Center, Rabu ( 06/12 ) Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar diskusi
"Menjawab Permasalahan Banjir Perkotaan" di ruang Arya Wiraraja Kantor
Bupati setempat, Rabu (06/12).
Acara dipimpin langsung Plt.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Drs. R. Idris, MM,
dengan pelaksana Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) dan
Cipta Karya Kabupaten Sumenep bersama Dinas Sumber Daya Air.
"Beberapa
waktu lalu tanggal 25 Nopember 2017 wilayah Kecamatan Kota Sumenep
terjadi genangan air. Ini butuh penanganan serius,"kata Plt. Sekdakab
Sumenep, R. Idris, Rabu (06/12).
Menurutnya, penanganan genangan air
butuh peran serta semua pihak baik Goverment (Pemerintah), Bisnis
(Pengusaha) and Masyarakat.
"Makanya pada diskusi kali ini kami
melibatkan elemen masyarakat, agar nantinya menghasilkan suatu terobosan
baru mengatasi genangan air saat hujan turun,"tuturnya.
Idris berharap, ada rekomendasi baru mengatasi permasalahan ini, sebelum terjadinya banjir sebenarnya.
"Sekarang masih masuk kategori genangan air, tapi kalau tidak diatasi secara serius ya bisa saja banjir beneran,"tukasnya.
Sementara
Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang
Irianto, M.Si, mengungkapkan, sejak 2014 lalu dinasnya sudah memiliki
masterplan dan melakukan langkah konkrit penanganan banjir di wilayah
hulu.
"Diantaranya menyediakan petugas pematusan yang tiap hari membersihkan drainase di kawasan Kota,"ujarnya.
Namun
penanganan jangka pendek seiring kejadian akhir Nopember kemarin,
terkait genangan air di 8 titik maka pihaknya akan berupaya melaksanakan
pengalihan aliran air ke Kali Marengan menuju Kali Patrean. Kemudian
pemanfaatan Pompa Apung.
"Ini penanganan di wilayah hulu oleh Pemkab
Sumenep. Semua itu bisa terwujud dengan dukungan dari masyarakat untuk
merubah mindset,"pintanya.
Bambang mengaku, jika penanganan genangan
air ini pihaknya selalu duduk bersama dengan Dinas Sumber Daya Air dan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Kami akan terus berupaya
secara maksimal supaya tidak terjadi lagi genangan air di kawasan Kota
Sumenep,"pungkasnya. ( Nita, Fer )