Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-11-2009
  • 511 Kali

Menjelang Musim, Tanam Petani Desa Batuputih Laok Resah

News Room, Rabu (25/11) Masyarakat Desa Batuputih Laok Kecamatan Batuputih resah menghadapai musim taham tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap kurang pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Bahkan, beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani, mengaku sudah menyerahkan sejumlah uang kepada pengurus kelompok tani. Seperti yang dilakukan oleh beberapa orang anggota Kelompok Tani Mitra Anda, Desa Batu Putih Laok, yang telah menyerahkan sejumlah uang sekitar sebulan lalu, namun hingga saat ini para petani hanya menerima separuhpasokan pupuk, dari nilai uang yang disetorkan. Ketika dikonfirmasi Sunarto, Ketua Kelompok Tani Mitra Anda, membenarkan pihaknya memang mengumpulkan sejumlah uang dari anggota kelompoknya. Dan semua sudah disetor ke pihak penyalur melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Batuputih Laok. “Namun, hingga saat ini kelompoknya baru menerima 19 ton, yang berarti separoh dari jatah yang seharusnya diterima, dengan total keuangan sekitar Rp.1,5 juta,” tegasnya Menurut Sunarto pihaknya sudah berusaha menagih kepada pengurus gapoktan, namun menurut mereka masih belum kiriman pupuk dari para penyalur. “Kami menduga pupuk yang seharusnya bagi Desa Batuputih Laok, di distribusikan ke Desa lain,” tegasnya. Saat di Konfirmasi melalui telepon genggamnya Pemilik Kios Jaya Purnama, penyalur pupuk untuk Desa Batuputih Laok, Hosen, mengaku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang tidak pengiriman dari distributor. Pihaknya juga mengakui sudah menerimah uang dari kelompok tani, namun ketika hendak dikembalikan mereka tidak mau, dan hanya menginginkan keberadaan pupuk. Menyinggung soal dugaan kelompok tani, yang menyatakan pupuk yang merupakan jatah petani Desa Batu Putih Laok dialihkan ke Desa lain, Hosen menepis tuduhan itu. “Pupuk yang didistribusikan ke Desa lain itu, memang jatah untuk Desa tersebut, bukan jatah untuk kiosnya,” tegas Hosen. Sementara Ketua Gapoktan Desa Batuputih Laok, Sattari ketika dihubungi melalui telepon genggamnya tidak benyak memberikan keterangan. Bahkan Sattari mengaku tidak bisa menangkap pertanyaan wartawan soal kelangkaan pupuk di Desa Batu Putih Laok, setelah itu telpon selulernya dimatikan, dan tak bisa dihubungi kembali hingga berita ini diturunkan. ( Ren,Gun )