Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-01-2007
  • 527 Kali

MENKES LARANG PELIHARA UNGGAS DI PEMUKIMAN

Sumenep-Kominfo News Room : Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mengintruksikan kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia agar melarang warganya memelihara unggas, khususnya di daerah pemukiman penduduk. Hal ini dilakukan untuk mengindari terjadinya wabah virus flu burung yang sudah ada mengakibatkan orang meninggal. Menkes RI, Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) ditemui disela-sela acara kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla di Rumah Sakit Islam (RSI) Jl. Jemursari Surabaya, Sabtu (13/01) mengatakan, setelah ada beberapa warga yang meninggal akibat terinfeksi virus flu burung, maka pihaknya mengambil langkah utama, yakni melarang unggas masuk di pemukiman penduduk. “Jangan ada unggas di pemukiman penduduk. Saya intruksikan ini kepada semua Pemda di seluruh Indonesia,” tandasnya. Dia menambahkan, keganasan virus flu burung ini ternyata membawa korban manusia. Bahkan di daerah DKI Jakarta dan Tangerang sudah ada korban yang meninggal dikarenakan suspect flu burung.. “Melihat kejadian itu, sangat dimungkinkan korban terjangkit flu burung, karena latar belakang pemukimannya ada unggas yang mati secara mendadak,” urainya. Untuk itulah, Depkes meminta kepada seluruh masyarakat, pemda, dan para tokoh masyarakat untuk mengintruksikan agar pemukiman penduduk bebas dari unggas. “Pemukiman Harus ditutup dan bebas dari unggas. Memang itu tidak gampang untuk dilakukan, tapi sebaiknya pemda setempat bertindak cepat,” paparnya. Lebih lanjut Dr. Siti menuturkan, bahwa tidak benar apabila ada informasi jika flu burung ini dapat menularkan dari manusia ke manusia, karena jika suspect flu burung itu menular, maka dokter atau perawat pasti akan tertular, tapi sebaliknya di lapangan tidak ada satupun tim medis yang menangani pasien flu burung terkena flu burung. Ketika ditanya bagaimana dengan Jawa Timur sendiri, apakah termasuk wilayah rawan flu burung. Dr. Siti enggan menjawab dengan pasti. Karena belum mendapatkan laporan resmi dari pemerintah Jatim. “Saya belum tahu itu. Karena belum ada laporan apapun. “Yang pasti ada 13 daerah yang dinyatakan rawan flu burung,” katanya Menkes dengan tidak mau menyebutkan deaera itu. ( JNR, Esha )