Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-11-2009
  • 722 Kali

Mesin Terbakar, Kapal Cepat Express Bahari 3C Kembali

News Room, Senin ( 30/11 ) Pelayaran perdana kapal cepat Express Bahari 3C, milik PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM), yang berangkat pada Senin (30/11) pagi, dari pelabuhan Kalianget menuju pulau Kangean, dengan membawa 115 penumpang, akhirnya ditengah perjalanan kembali ke pelabuhan Kalianget. Karena, salah satu mesin kapal tiba-tiba terbakar ketika perjalanan satu jam dari pelabuhan. Kapal yang kebanyakan berpenumpang Eksekutif itu diantaranya Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM, Komandan Kodim 0827, Letkol Infanteri Yusuf Ragainaga dan isteri Bupati Sumenep, Hj. Zaitunna Ramdlan Siraj, serta sejumlah anggota dewan dan Muspida, rencananya akan menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam dari Kalianget ke pulau Kangean. Salah seorang anggota dewan, Badrul Aini yang juga ikut dalam rombongan kapal tersebut menceritakan, bahwa mesin kapal di bagian belakang dekat kelas ekonomi terbakar ketika berada di Perairan Poteran. “Kebetulan saat itu saya berada persis didekat mesin tersebut, dan pertama kali yang melihat ada gumpalan asap pekat hitam mengepul dari salah satu mesin kapal, sehingga kecepatan menurun 50 persen. Dan, 30 menit kemudian kapal balik arah ke pelabuhan Kalianget,”terang Badrul, pada wartawan dipelabuhan Kalianget, Senin (30/11). Dengan gagalnya kapal tersebut berlayar ke Kangean, kata Badrul, para penumpang mengaku sangat kecewa. Ungkapan serupa juga dilontarkan Wakil Bupati Sumenep, H. Moch. Dahlan. “Kapal terpaksa kembali, karena ada mesin yang rusak,”katanya. Wabup meminta agar perusahaan mengembalikan uang tiket kapal. “Kami minta uang tiket dikembalikan dan kapal segera diperbaiki, agar bisa kembali berlayar,”ungkapnya. Sementara itu, perusahaan pelayaran PT. Sakti Inti Makmur (SIM) sebagai pemilik Kapal Motor Penumpang (KMP) Express Bahari 3C langsung mengembalikan uang seharga tarif penyeberangan pada penumpang, sesaat setelah kapal tiba dipelabuhan Kalianget,Senin (30/11). Manajer Umum Pemasaran PT. SIM, Stephanus Budyanto mengatakan, penyebab kembalinya kapal tersebut, memang murni dikarenakan adanya kerusakan pada mesin turbo sebelah kiri. “Mesin turbo sebelah kiri sempat mengeluarkan asap, sehingga diputuskan kembali. Kami tidak mungkin memaksakan diri meneruskan perjalanan ke Kangean, karena salah satu mesin rusak,”ujarnya. ( Nita, Esha )