Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-01-2012
  • 345 Kali

MI Ambruk Diusulkan Bantuan Pada Pemkab Dan Kemenag Jatim

News Room, Jumat ( 20/01 ) Ambruknya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sumber Mas, di Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, akibat diterjang angin kencang beberapa hari lalu, mendapat keprihatinan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, sehingga kejadian musibah tersebut akan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Propinsi Jawa Timur, agar mendapat penanganan. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Drs. H. Idham Cholid, MH mengaku hanya bisa memfasilitasi agar MI tersebut bisa mendapat bantuan maupun penanganan. Sebab, di Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep sendiri tidak memiliki anggaran khusus sebagai dana emergensi maupun dalam bentuk kegiatan rehab dan sebagainya. “Jadi, kami hanya bisa melaporkan kejadian tersebut baik kepada Kemenag Jatim maupun koordinasi dengan Pemkab Sumenep yang memiliki dana imergensi maupun kegiatan bantuan bencana,”ujarnya. Sementara Kemenag Sumenep hanya memiliki 3 MI Negeri yang mendapat alokasi anggaran khusus dalam kegiatan pembangunan maupun rehabilitasi gedung lembaganya. Sedangkan untuk lembaga swasta memang ada program yang biasanya langsung dalam bentuk program dari Pusat maupun Propinsi. Ditambahkan, H. Idham Cholid lembaga swasta selama ini memang menjadi tanggung jawab pemilik yayasan. Sementara Kemenang hanya membantu menfasilitasi, bagaimana lembaga tersebut dapat perhatian dari lembaga pemerintah setempat. Propinsi maupun pusat. Karena itu, pihaknya melalui Kasi Mapenda sudah melakukan pengecekan langsung ke lembaga yang mengalami musibah tersebut. Dan berharap pihak lembaga segera membuat surat proposal secara resmi untuk ditindak lanjuti ke lembaga diatasnya. “Mudah-mudahan akan segera ada respon dan perhatian, sehingga keadaan lembaga pendidikan agama tersebut tidak memprihatinkan seperti saat ini yang sudah rata dengan tanah,”tambahnya. Sementara itu, kondisi bangunan MI Sumber Mas, dari 6 lokal ruang kelas tiga lokal diantaranya ambruk, saat dihantam angin kencang. Dan saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi 59 siswa yang kelasnya ambruk, terdiri dari kelas 1, 2 dan 3 tetap berlangsung. Meskipun sementara menempati musholla dan sebagian diteras rumah, namun KBM berjalan normal. Sedangkan keseluruhan jumlah siswanya sebanyak 127 orang. ( Ren, Esha )