Sumenep-Kominfo News Room : Minat masyarakat konsumsi ikan di Jatim masih rendah. Hal itu berdasarkan cacatan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Pusat, dari standar Food and Agriculture Organization (FAO), bahwa standar internasional mengkonsumsi ikan sekitar 26–30 Kg/kapita/tahun. Sedangkan di Jatim, masyarakat yang mengkonsumsi ikan masih di bawah standar FAO yakni sekitar 16 Kg/kapita/pertahun. Hal itu dikatakan Ketua Umum Forikan Pusat Ir Ady Surya, ditemui pada acara Sosialisasi Forikan di Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat (03/08). Menurut Ady, rendahnya mengkonsumsi ikan juga disebabkan adanya kultur atau budaya melarang makan ikan yang bisa menyebabkan alergi pada tubuh manusia menjadi gatal-gatal. Untuk itu, perlu adanya sosilisasi dan pemahaman manfaat protein ikan yang dapat mencerdasakan manusia. Dikatakannya, kultur itu menjadikan masyarakat menjauhi mengkonsumsi ikan. Padahal, jika mencontoh masyarakat luar negeri seperti Jepang dan Korea, mengkonsumsi ikan bisa sehat cerdas. Karena, kandungan pada ikan lebih banyak proteinnya. Untuk menghilangkan kultur itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang terlibat mulai dari unsur pemerintah, organisasi, LSM, akademisi dan kalangan media supaya menyosialisasikan tantang manfaat ikan. â€Saya berharap kepada peserta sosialisasi ini nantinya mampu dan menjelaskan manfaat dan keuntungan mengkonsumsi ikan kepada masyarakat,†ujarnya. FAO adalah Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia dibawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dibentuk dengan tujuan untuk memperbaiki gizi dan taraf hidup masyarakat di negara-negara anggotanya melalui peningkatan produksi, pengolahan, pemasaran dan distribusi bahan pangan dan hasil pertanian Tujuan kegiatan ini, mengajak semua komponen masyarakat agar mampu mengangkat bangsa Indonesia khususnya tunas-tunas muda menjadi cerdas dengan mengkonsumsi ikan. â€Laut dan perairan yang luas di Indonesia kaya dengan aneka ragam ikan, sebaiknya jadikan menu utama dalam hidangan makan setiap hari. Karena tingkat kecerdasan masyarakat perlu adanya suport dari protein ikan,†katanya. Adanya gerakan makan ikan nasional (Gemarikan) yang dicanangkan Menteri Perikanan dan Kelautan Fredy Numberi Kamis (2/8) kemarin, tidak ada perbedaan yang menonjol dengan hadirnya Forikan ini. Justru keharian Forikan sebagai ujung tombak dari Gemarikan. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim H Imam Utomo mengatakan, di Jatim tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan rata-rata masih 16 kilogram/kapita/tahun. Gemarikan nanti diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah pusat. Imam berjanji, akan meningkatkan konsumsi makan ikan dengan memanfaatkan potensi alam yang di ada di Jatim. â€Masyarakat tidak perlu makan ikan yang mahal, yang penting sehat dan bergizi,“ ungkapnya. Sosialisasi ini sudah kesekian kalinya, karena sebelumnya sudah dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Pada acara ini diikuti dari beberapa eleman masyarakat, universitas, dan kalangan birokrasi. ( JNR,Ong )