Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-08-2012
  • 636 Kali

Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Kemungkinan Lebaran Bareng

News Room, Sabtu ( 11/08 ) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1433 Hijriyah jatuh pada 19 Agustus 2012. Dalam keterangan tertulis, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan, maklumat tersebut berdasar pada ijtimak jelang Syawal 1433 Hijriyah terjadi pada Jum’at Pon, pukul 22.55 WIB. Mereka juga mengacu pada tinggi bulan saat ini. Dengan kepastian tersebut, PP Muhammadiyah menginstruksikan seluruh warga Muhammadiyah untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1433 Hijriyah pada 19 Agustus 2012 pagi. Sementara itu, meski masih akan membuktikan secara langsung lewat mekanisme rukyatul hilal, ada kemungkinan hasil pengamatan visibilitas bulan yang dilakukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nanti juga akan sama dengan penetapan Muhammadiyah. Yaitu, Lebaran jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Abdul Mun’im DZ, hal itu didasarkan pada perkiraan hisab yang telah dilakukan. “Dari perkiraan hisab memang diperkirakan sudah bisa dirukyat. Bulan sudah pada posisi cukup tinggi pada derajat tertentu,”katanya saat dihubungi kemarin. Meski demikian, Mun’im menambahkan, hasil akhir penetapan waktu Lebaran nanti tetap akan bertumpu pada pembuktian lewat rukyat yang dilakukan 18 Agustus 2012. “Seperti yang sudah-sudah lah, kita tunggu hasil rukyat dulu. Tapi, kalau ditanya perkiraan, memang (Lebaran) mungkin jatuh pada 19 Agustus 2012. Tapi, itu baru perkiraan,”tandasnya. PP Muhammadiyah juga menginstruksikan seluruh penceramah untuk mensyiarkan poin-poin tertentu. Diantaranya adalah ummat Islam, diminta untuk memperkokoh silaturrahmi, ukhuwah, dan usaha-usaha kebersamaan. Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Pesan berikutnya ditujukan kepada para pejabat negara di Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif serta institusi lainnya. Mereka diminta untuk memelopori gerakan keteladanan (Uswatun hasanah). “Keteladanan ini seperti mempraktikkan sikap jujur, terpercaya, bertanggung jawab, disiplin murni, kata sejalan tindakan, cinta rakyat dan bermoral, “tutur Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto. PP Muhammadiyah meminta para pejabat di seluruh sektor tersebut menjauhi praktik-praktik dusta, korupsi, hidup bermewah-mewah, dan menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan. “Ini bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,”jelas dia. PP Muhammadiyah berharap agar 1 Syawal 1433 Hijriyah bisa menjadi momentum perubahan Indonesia menjadi lebih baik. ( JP, Esha )