News Room, Selasa ( 15/02 ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya hari Selasa (15/02) ini, bisa menjadi pemersatu umat beragama. Ketua MUI Cabang Sumenep, Drs. KH. Syafraji menilai, perkembangan zaman saat ini bukan memperbaiki akhlak umat muslim, melainkan justru mengendorkan kerukunan umat beragama. “Padahal Rasulullah sejak awal sudah memberikan contoh soal kerukunan umat beragama. Di Madinah, beliau hidup berdampingan dengan kaum Nasrani dan Yahudi. Itu tertuang dalam piagam Madinah. Jadi, mengapa kita tidak mampu mencontoh kepribadian Rasulullah ?”katanya. Kiyai Safraji menjelaskan, sebagai umat muslim sepatutnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, karena didalammnya mengandung banyak makna. “Diharapkan, dengan Maulid ini semua perbedaan agama bisa bersatu, tapi dalam bentuk kegiatan sosial, demi menjaga kerukunan beragama,”ujarnya. Untuk itu, kata KH. Safraji, pihaknya minta pada umat muslim di Sumenep, supaya bisa mempertahankan sikap kerukunan ummat beragama. “Peringatan Maulid Nabi ini, bukan sekedar kegiatan rutin tiap tahun, tapi kita harus bisa mensuri tauladani sikap Nabi Muhammad SAW tersebut, yang kehidupannya sangat menjunjung tinggi cinta damai,”ungkapnya. ( Nita, Esha )