Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-08-2012
  • 523 Kali

Mulai H-15 Jumlah Pemudik Melalui Angkutan Laut Meningkat

News Room, Kamis ( 09/08 ) Jumlah pemudik kesejumlah Kepulauan di Sumenep, melalui angkutan laut mulai H-15 menunjukkan adanya peningkatan. Sesuai data di Dinas Perhubungan Sumenep, kenaikan penumpang/pemudik terlihat sejak tanggal 4 hingga 9 Agustus 2012. Jumlah penumpang jalur keperintisan dengan titik pemberangkatan Kalianget menuju Masalembu, kemudian penumpang dari Kangean ke Kalianget dan Kalianget-Sepudi serta Sepudi-Jangkar, diatas 300 orang. Kabid Hubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan Sumenep, Choyroni Argoto menjelaskan, kenaikan penumpang angkutan laut terjadi mulai H-15. Diperkirakan, warga pulang kampung lebih awal. “Kalau dibandingkan dengan angkutan laut pada hari biasa yang hanya 150-160 orang, kenaikan penumpang hampir 200 persen. Kemungkinan warga kepulauan pulang mendahului, khawatir tidak ada kapal saat mendekati lebaran nanti,”kata Argoto, di Kantor Dishub Sumenep, Kamis (09/08). Argoto mengaku heran warga kepulauan yang pulang lebih awal, padahal Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah menyiapkan kapal angkutan mudik gratis. “Selama arus mudik lebaran sejak tanggal 4 Agustus sampai 4 September 2012 mendatang, armada yang disiapkan sebanyak 8 kapal, termasuk 3 kapal mudik gratis,”terangnya. Adapun kapal mudik gratis dengan trayek Kalianget-Kangean akan menggunakan KM Berkat Abadi, kemudian Banyuwangi-Speken memakai KM. Mitra Abadi, dan jalur keperintisan Surabaya-Masalembu menggunakan KM Sanelin. “Angkutan mudik gratis ini mulai beroperasi tanggal 16 Agustus 2012 nanti. Untuk angkutan laut mudik gratis Kalianget-Kangean dan Banyuwangi-Sapeken beroperasi sebanyak 5 kali pulang-pergi (PP). Sedangkan Surabaya-Masalembu beroperasi 6 kali PP,”ungkapnya. Diharapkan angkutan laut mudik gratis ini berjalan kondusif. Argoto meminta pada calon penumpang agar tidak memaksakan diri untuk naik ke kapal jika kelebihian muatan (over load). “Dimohon calon penumpang untuk bersabar, karena masih ada jadwal kapal berikutnya. Kalau dipaksa, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya. ( Nita, Esha )