Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-11-2007
  • 445 Kali

Muslimat NU Sumenep Siap Kawal PKH

News Room, Jum’at ( 23/11 ) Untuk memberikan penjelasan secara maksimal kepada masyarakat tentang Program Keluarga Harapan (PKH), maka sejak Senin kemarin, Muslimat NU langsung mengambil langkah, dengan menggencarkan sosialisasi. Ketua Umum Muslimat NU Cabang Sumenep, Hj. Dewi Kholifah Safraji, yang kerab disapa Nyai Eva itu menuturkan, sosialisasi itu dilakukan, memang untuk memberikan pendampingan kepada keluarga harapan, namun pendampingan dari muslimat itu sifatnya tidak resmi, karena PKH tersebut sudah ada pendamping resmi yang ditunjuk oleh Dinas Sosial. Nyai Eva menerangkan, pendampingan Muslimat NU dilakukan, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perlindungan yang sudah diterapkan terhadap keluarga harapan, jika terjadi persoalan. Menurut Nyai Eva, sebenarnya keikut sertaan Muslimat NU dalam proses pendampingan terhadap PKH itu bukan suatu bentuk ketidak percayaan kepada para pendamping resmi dalam melaksanakan tugasnya. Namun, yang menjadi motivasi dirinya, terjun dalam PKH itu, yakni ingin membantu pendamping resmi di Kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap keluarga harapan yang mengalami perubahan status, dari keluarga tidak mampu menjadi keluarga mampu, dan sebaliknya. Karena, data yang selama ini digunakan pendamping resmi, hanya terpaku pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep. Nyai Eva menandaskan, dengan data dari BPS itu, pihaknya khawatir masih banyak keluarga tidak mampu belum ter-cover, meskipun mereka sudah masuh dalam kriteria. Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah, agar kedepan dalam merekrut pendamping PKH, bukan hanya dari masyarakat biasa, tapi juga melibatkan LSM dan organisasi masyarakat. Karena, LSM dan Ormas dinilai lebih mengetahui secara riil kondisi masyarakat di bawah. Nyai Eva mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti angka keluarga tidak mampu yang belum terdata dalam program keluarga harapan tersebut. Karena, saat ini keterlibatan pihaknya dalam program itu hanya sebatas sosialisasu saja. Yang jelas, pihaknya akan siap mengawal PKH hingga tuntas, dengan mendata ulang keluarga tidak mampu masuk dalam PKH. Bahkan, ke depan pihaknya siap memberikan advokasi kepada keluarga tidak mampu yang belum terdata. Hal itu dilakukan, agar program keluarga harapan tepat sasaran. ( Nita, Esha )