Sumenep-Kominfo News Room : Mutu guru Sekolah Dasar (SD) mendesak untuk diperbaiki. Pasalnya, mutu guru SD itu amat mempengaruhi mutu peserta didik. Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya, Yatim Rianto menuturkan, berbagai penelitian menunjukkan faktor guru mempengaruhi mutu lulusan SD hingga 85 prosen. “Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan mutu guru SD belum baik,†ujarnya di Surabaya, Jumat pagi (02/03). Banyak guru tidak menguasai metode-metode pengajaran. Guru hanya tahu metode pembelajaran versi monolog. Kalau masuk Lembaga Pendidik Tenaga Pendidikan (LPTK) yang baik dan belajar serius, seharusnya setiap guru sudah mendapatkan beragam metode pengajaran. “Penguasaan beragam metode amat dibutuhkan. Hal itu antara lain mengingat murid mempunyai kebutuhan berbeda, sehingga harus dipenuhi dengan cara berbeda,†ujarnya. Saat ini ada kesempatan perbaikan lewat sertifikasi guru. Diharapkan guru SD mendapatkan prioritas dalam program itu. “Salah satu metode sertifikasi yang diusulkan adalah calon harus mengikuti pendidikan profesi. Dalam pendidikan, ada kesempatan guru mendapatkan peningkatan kualitas,†ujarnya. Selain itu, sekolah dan pemerintah seharusnya lebih aktif mengadakan lokakarya metode pembelajaran. Negara-negara tetangga di Asia Tenggara rata-rata mewajibkan guru mengikuti pelatihan 100 jam per-tahun. “Waktu pelatihan rata-rata guru di Indonesia masih jauh di bawah itu. Bahkan, saya pernah bertemu guru yang baru sekali ikut pelatihan setelah bertahun-tahun mengajar,†ujarnya. ( KCM, Esha )