News Room, Sabtu ( 29/08 ) PT. Gudang Garam nampaknya harus bersabar dalam melakukan pembelian tembakau di Kabupaten Sumenep. Sebab, mutu tembakau tahun ini menurun drastis, dibandingkan tahun lalu. Akibatnya, jumlah tonase yang mampu dibeli oleh PT. Gudang Garam di Sumenep sejak dua pekan lalu, hanya mampu mencapai 1.500 ton. Kuasa pembelian tembakau PT. Gudang Garam di Sumenep, Freddy Kustianto, mengatakan, hingga tertanggal 28 Agustus 2009, pihaknya hanya bisa melakukan pembelian tembakau sebanyak 1.500 ton. Jumlah itu merupakan gabungan dari 2 gudang, yakni gudang di Desa Patean, Kecamatan Batuan, dan Gudang di Kecamatan Guluk-guluk. “Kami berharap, kedepan mutu tembakau di Sumenep lebih baik. Karena, untuk masa-masa tembakau tahun ini, banyak daun-daun muda yang dipanen, sehingga banyak tembakau yang ditolak,â€Âterang Freddy pada wartawan di kantornya, Sabtu (29/08). Ia menjelaskan, turunnya mutu tembakau tahun ini, membuat harga tembakau masih berkisar antara Rp. 16.000,00 hingga Rp. 26.000,00 per-kilogram. “Harga tersebut, disesuaikan dengan mutu tembakau yang ada. Sebab, hingga saat ini tembakau gunung yang menjadi primadona, tidak bisa diharapkan, karena mutunya juga rendah,â€Âungkapnya menambahkan. Proses pembelian tembakau ini akan terus berlanjut, hingga target yang telah ditentukan sebanyak 3.825 ton terpenuhi. “Sampai sekarang belum ada perintah untuk menghentikan pembelian tembakau. Jadi, kami akan terus membuka gudang dengan melakukan pembelian tembakau,â€Âujarnya. ( Nita, Esha )