News Room, Rabu ( 30/07 ) Nelayan kepulauan Masalembu menduga penemuan perahu motor (PM) "Sinar Bahari" yang tenggelam pada posisi 30-35 mil sebelah barat Masalembu, Minggu (27/07) sekitar pukul 22.00 WIB, berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepala Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Agus Dianto menyatakan, nelayan Masalembu memperkirakan KM. Sinar Bahari ini milik nelayan atau juragan dari Sulsel, sebab ukuran dan potongan lurus pada bagian belakang perahu merupakan ciri khas perahu yang berasal dari Sulsel. Sedangkan panjang kapal naas yang kini berada di dermaga Masalima itu sekitar 13 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter. Agus Dianto mengatakan, pihaknya untuk sementara memastikan KM. Sinar Bahari bukan perahu milik nelayan maupun juragan dari Masalembu sendiri, sebab sejak Senin (28/07) telah mengecek penemuan kapal tersebut ke nelayan dan juragan di Masalembu, namun tidak ada yang mengakui perahu tersebut sebagai miliknya. Apalagi ukuran perahu Masalembu lebih kecil dan biasanya, dan memiliki panjang 6 hingga 8 meter untuk ukuran perahu nelayan dan potongan bagian belakang perahu berbentuk oval atau agak melengkung. Sementara itu Syahbandar Masalembu, Syaiful Horry mengungkapkan, pihaknya belum menerima informasi tentang asal-usul KM. Sinar Bahari tersebut. Penemuan kapal naas tersebut pada Minggu (27/07) malam sekitar pukul 22.00 WIB oleh 3 rombongan nelayan asal Dusun Raas, Desa Masalima Kecamatan Masalembu yang terombang-ambing dihantam ombak pada posisi 30-35 mil sebelah barat kepulauan Masalembu. Syaiful Horry menambahkan, ketika nelayan menemukan perahu tanpa anak buah kapal (ABK) dan malam itu juga 3 rombongan nelayan mengevakuasi KM. Sinar Bahari ke dermaga Masalima pada Senin (28/07) sekitar pukul 04.10 WIB. ( Yasik, Esha )