Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-02-2011
  • 563 Kali

Nelayan Sapeken Enggan Pakai Perahu Bantuan Pemprop Jatim

News Room, Senin ( 07/02 ) Bantuan program jalin kesra yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa sampan dan perahu, dinilai tidak efektif digunakan warga pulau Sapeken, Sumenep untuk melaut. Akibatnya, ratusan sampan dan perahu itu hanya ditambatkan di pinggir pantai. Salah satu anggota DPRD Sumenep asal pulau Sapeken, Dul Siam menjelaskan, perahu yang diberikan pada nelayan itu memang tak layak pakai melaut karena membahayakan keselamatan mereka. “Selain terkesan dibuat asal-asalan, juga terbuat dari kayu berkualitas rendah. Juga ukuran dan model perahu tidak sesuai dengan kondisi perairan laut Sapeken. Yang diinginkan warga itu, adalah perahu yang bisa dipakai melaut untuk ukuran di perairan setempat,”kata Dulsiam, di kantor DPRD Sumenep, Senin (07/02). Ia juga mengungkapkan, bantuan perahu itu berukuran lebar 0,5 meter dan panjang 3 meter. “Itu ukuran terlalu kecil, karena perahu yang biasa dipakai nelayan minimal lebar 2 meter dan panjang 10 meter,”ujarnya. Kondisi perairan Pulau Sapeken, kata Dulsiam, yang merupakan wilayah perairan dibawah 200 mil yang overfishing atau padat tangkap, yang tidak mungkin perahu dibawah 30 Gross Tonnage (GT) mendapatkan hasil maksimal. “Ironisnya lagi, perahu bantuan itu sudah banyak yang bocor, sehingga masyarakat semakin enggan menggunakan perahu itu. Sekarang, ratusan perahu itu hanya ditambatkan di pantai saja, dengan lebih banyak menjadi barang hiasan,”ungkapnya. Menurutnya, warga enggan menggunakan bantuan perahu tersebut, karena harus diperbaiki total. “Sedangkan, biaya perbaikan itu diperkirakan mencapai Rp. 3 hingga Rp. 5 juta per perahu. Kami sungguh menyayangkan, sebab bantuan tersebut cukup banyak, yang diperuntukkan bagi 8 Desa di Kecamatan/Pulau Sapeken, per-Desa dibantu antara 10 - 60 perahu,”pungkasnya. ( Nita, Esha )