Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-04-2012
  • 485 Kali

Ngaku Khilaf, Anggota DPRD Sumenep Minta Maaf

News Room, Sabtu ( 14/04 ) Anggota DPRD Sumenep dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Subaidi, SE, MM menyikapi pemberitaan terkait ancaman yang dilontarkannya pada salah seorang wartawan televisi lokal, Ahmad Sai selaku korban, dengan mendatangi Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, pada Sabtu (14/04) siang. Dihadapan korban dan sejumlah wartawan Sumenep, H. Subaidi mengaku khilaf atas perbuatan yang dilakukannya terhadap Ahmad Sai, Jumat (13/04) kemarin. “Saya khilaf telah berbuat seperti itu pada Sai. Padahal tidak terlintas sedikitpun dihati saya untuk bertindak kasar, apalagi terhadap Sai. Jadi, saya mohon maaf dan dimaafkan atas perbuatan khilaf tersebut. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya,”kata Subaidi, di Balai PWI Sumenep, Sabtu (14/04). H. Subaidi meminta pada korban beserta seluruh wartawan, agar tidak membahas persoalan itu lagi. “Tolong jangan bahas soal tindakan saya itu. Mari kita bicarakan bagaimana saya harus bersikap kedepan lebih baik, terutama saat berhadapan dengan teman-teman media,”terangnya. Usai minta maaf dan menyampaikan keinginan, H. Subaidi langsung berjabat tangan sambil memeluk Ahmad Sai. Sementara Ahmad Sai mengungkapkan, secara pribadi dirinya sudah tidak mempermasalahkan persoalan itu, dan juga memaafkan H. Subaidi. “Sikap jantan H. Subaidi dengan mau mendatangi Balai PWI untuk bertemu dengan saya dan teman-teman wartawan lainnya, adalah tindakan terpuji. Apalagi dia sudah minta maaf, ya saya maafkan,”ungkapnya. Sebelumnya, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PPP, yang juga Ketua Komisi D, H. Subaidi mengancam akan bunuh wartawan televisi lokal, Ahmad Sai. Pertistiwa itu bermula ketika Sai masuk keruang Komisi D DPRD Sumenep. Kemudian menyapa H. Subaidi, namun bukan jawaban yang didapat justru ucapan kasar disertai menyeret Sai keluar ruangan hingga keruang Fraksi PPP. Sesampainya didalam, pintu langsung dikunci tinggal berdua. Didalam ruangan F-PPP itulah Sai dicerca dan dimaki hingga terlontar kalimat ancaman akan membunuh. ( Nita, Esha )