Sumenep-Kominfo News Room : Nyadar adalah cermin disiplin masyarakat Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget dan sekitarnya. Tokoh masyarakat setempat, Soekaryo, SH mengatakan hal itu, Sabtu (25/08) pagi, saat ditemui di sela-sela acara upacara adat Nyadar Panotop atau Nyadar terakhir dari tiga rangkaian acara Nyadar. Soekaryo mengatakan, disiplin masyarakat ini tercermin bahwa setiap masyarakat asli Pinggirpapas yang ada di luar daerah, pasti datang ke Pinggirpapas pada hari upacara Nyadar dilangsungkan, bahkan sehari sebelumnya. Selain itu, Nyadar adalah cermin kebersamaan masyarakat, kaya dan miskin semua tumpah ruah hadir dalam upacara adat ini. Sepuluh lokasi menjadi tempat berlangsungnya Nyadar, yaitu di Bujuk (makam) Anggasuta, Nyai Anggasuta, Mbah Dukun, Mbah Kabasa, Kepala Perang, Cokop, Tanomir, Buras, Banten dan Bujuk Pancong. Upacara dipimpin oleh pemuka adat yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Ramana. Di sepuluh lokasi tersebut masyarakat berkumpul membawa Panjhang atau piring adat yang berisi sajian untuk dido’akan oleh Ramana. Usai upacara sajian yang berupa makanan kemudian dinikmati oleh masyarakat dan keluarganya. Malam sebelum upacara, masyarakat dihibur dengan pembacaan kidung Macopat yang menyimpan makna-makna moral manusia, yang tujuannya sebagai cermin untuk bertingkah laku di kehidupan bermasyarakat. ( Adjie, Esha )