News Room, Sabtu ( 21/11 ) Perkembangan harga berbagai komoditas di Kabupaten Sumenep, pada bulan Oktober 2009, secara umum menunjukkan penurunan, sehingga mengalami deflasi sebanyak 0,54 persen. Kondisi ini lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang terjadi Inflasi sebesar 0,13 persen dan Inflasi Nasional 0,19 persen. Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Husnul, mengatakan, terjadinya deflasi pada bulan Oktober kemarin, karena dipengaruhi adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa komoditas kelompok. “Komoditas yang dominan memberikan sumbangan Deflasi adalah beras, daging sapi, daging ayam ras, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam kampung, tongkol pindang, tongkol, udang basah, cakalang, apel dan tengiri,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, penurunan harga juga ditunjukkan kelompok bahan makanan sebesar 2,21 persen, kelompok sandang 0,42 persen. Kemudian, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. “Sedangkan 3 kelompok lainnya mengalami kenaikan harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen. Dan, kelompok pendidikan, rekreasi, serta olahraga 1,85 persen,†katanya menambahkan. Untuk laju Inflasi Sumenep secara kalender dari Januari hingga Oktober 2009, sebesar 1,75 persen. Sedangkan, tingkat laju Inflasi “year on yearâ€Â(Oktober 2009 terhadap Oktober 2008) sebesar 2,68 persen. ( Nita, Esha )