Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-06-2008
  • 354 Kali

Out Brake Polio, Indikasi Kemunduran Program Imunisasi

News Room, Selasa ( 24/06) Pada tahun 2005 terjadi out brake polio di berbagai daerah, kejadian tersebut menjadi titik kemunduran program imunisasi di Indonesia, baik cari segi cakupan maupun kwalitas pelayanan dan penyelenggaraan imunisasi itu sendiri, sehingga balita sangat rentan dengan penyakit polio, cacar, hepatitis dan sebagainya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si saat memberikan pengarahan dalam acara diskusi dengan para stake holder tingkat Kabupaten dalam usaha meningkatkan peran serta masyarakat untuk menyukseskan program imunisasi di Sumenep, bekerjasama dengan MCC dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang digelar di ruang rapat Adirasa Pemkab Sumenep, Senin (23/06) dengan melibatkan berbagi Ormas Islam, diantarnya MUI, Fatayat NU, Muslimat NU, Aisyiah dan lain-lain yang diharapkan dapat berperan serta dalam menyosialisasikan program imunisasi. H. Djasmo menjelaskan, ditengah masyarakat Sumenep masih menganut faham patriaki/panutan, diharapkan peran serta stake holder yang berpengaruh dan menjadi panutan diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat adalam program iminisasi, utamanya untuk mensosialisasikan manfaat imunisasi dan menepis kekhawatiran masyarakat, bahwa bayinya akan sakit setelah diimunisasi, dan bahan pembuatan imunisasi yang terbuat dari minyak babi. Senada dengan H. Djasmo, Ketua Pelaksana yang juga selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Hj. Yetty M. Dail menuturkan bahwa tujuan pelaksanaan diskusi ini dikarenakan cakupan imunisasi 2007 menurun menjadi 38 persen sedangkan tahun 2006 mencapai 50 persen. Oleh karena itu nantinya pada tahun 2008 terdapat peningkatan imunisasi, baik dari segi cakupan maupun kualitas, karena imunisasi itu mempunyai peran penting terhadap perkembangan kesehatan anak. ( Gun, Esha )