Sumenep Infokom News Room : Ketua Panguyuban Pasar Bangkal, Moh. Slamet mengakui, akibat provokasi dari pihak luar, hingga saat ini pedagang yang bernaung dibawah Paguyuban Pasar Bangkal itu, terjadi pro dan kontra untuk menempati area pasar kaget atau pasar Ramadhan di Lapangan Gotong Royong yang telah disediakan Pemerintah Daerah. Padahal ungkap Slamet, para pedagang tidak ada salahnya lokasi baru itu ditempati, namun jika selama bulan Ramadhan lokasi itu tidak menjanjikan dan merugikan dibandingkan lokasi sebelumnya, maka pedagang dan Paguyuban Pasar Bangkal akan meminta kebijakan Pemkab agar lokasi Pasar Ramadhan ditempatkan dilokasi semula, yakni diarea Open Space atau Taman Adipura itu. Bahkan Slamet menyesalkan, mangkraknya lokasi Pasar Ramadhan itu tidak digunakan sebagai mana mestinya, pasalnya, bulan Ramadhan telah berlangsung selama 5 hari. â€Untuk tahun ini agar ditempati sementara agar dalam mencari rejeki berjalan tenang, namun jika lokasi itu tidak menguntungkan dikemudian hari atau tahun depan kita meminta kebijakan Pemkabâ€, teganya. Sekedar diketahui, enggannya pedagang menepati lokasi tersebut diakibatkan adanya informasi, bahwa area Open Space atau Taman Adipura itu diperuntukkan bagi pedagang dari luar daerah. Padahal pemindahan itu hanya untuk menertibkan arus lalu lintas, sebab tradisi masyarakat setiap bulan puasa sembari menunggu beduk maghrib, masyarakat berekreasi disekitar Taman Adipura. Bahkan dengan pemindahan lokasi itu nampaknya mereka lebih menikmati suasana sore. ( Yasik,Titin, Esha )