News Room, Jum’at ( 10/07 ) Panen padi musim kemarau tahun 2009 di Desa Juluk Kecamatan Saronggi, telah dilakukan oleh Kelompok Tani Suka Maju yang disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Camat Saronggi, Kasie Komunikasi Sosial, Pameran dan Pertura Dinas Kominfo, Kepala UPT Pertanian, PPL dan PHP Kecamatan Saronggi, Kamis kemarin (09/07). Usai melakukan panen padi dilanjutkan tasyakkuran yang dihadiri oleh 6 Kelompok tani yang ada di Desa Juluk. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep diwakili Kasie Perbenihan, H. Hafi, SP maupun Camat Saronggi, Drs. Moh. Kafrawi, M.Si mengatakan, keberadaan wadah kelompok tani yang ada hendaknya tetap diadakan pembinaan dengan baik, melalui penyampaian informasi teknologi pertanian yang semakin maju untuk diserap oleh pengurus dan anggota kelompok tani, sehingga hasil-hasil produk padi dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan guna memberikan kesejahteraan, khususnya bagi anggota kelompok tani dan masyarakat pada umumnya. Sementara itu Ketua Kelompok Tani Suka Maju Desa Juluk, A. Zaini, S.Pd.I melaporkan bahwa kelompoknya telah diberi kepercayaan oleh Pemerintah dalam penangkaran benih, dan pada tahun 2008 telah memasarkan sebanyak 7 ton benih, sedangkan untuk tahun 2009 sebanyak 10 ton benih siap untuk dipasarkan. Disela-sela kegiatan panen padi tersebut, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Saronggi, Joko Setyo Hutomo, SP ketika ditemui News Room mengungkapkan, pada musim kemarau biasanya petani menggantungkan pendapatan taninya melalui tanaman tembakau. Namun karena beberapa tahun terakhir ini, tanaman tembakau sudah tidak menjadi harapan lagi, sehingga PPL mencarikan tanaman alternatif pengganti tanaman tembakau yang kecil risiko kegagalannya dengan biaya ringan, salah satunya yakni dengan tanaman padi. Untuk mengetahui produksivitas per-hektarnya, kata Joko Setyo Utomo, dilakukan pengukuran dengan ubinan 2,5 x 2,5 meter terhadap lahan sawah yang ditanam dengan sistem jajar legowo milik H. Suaidi, dapat menghasilkan gabah kering panen sebanyak 8,56 ton per-hektarnya melalui varitas jenis Ciherang. ( Juf, Esha )