News Room, Jum’at ( 20/03 ) Guna menampung dan mempermudah memasarkan semua produk lokal, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merencakan bakal membentuk "Klinik UKM", sebagai bentuk pembinaan pada pelaku usaha UKM. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumenep, H. Ahmad Masuni, SE, MM menuturkan, selama ini para UKM merasa kesulitan untuk memasarkan produknya. Untuk itu, pembangunan Klinik UKM dirasa tepat didirikan tahun ini. “Kami memang sudah merencanakan secara matang untuk membangun klinik UKM. Klinik UKM ini, merupakan suatu klinik yang bisa menjembantani para UKM sebagai media untuk menyambungkan agar UKM sendiri bisa berintegrasi dengan investor,â€Âkatanya. Selain menjadi tempat pertemuan, kata dia, Klinik UKM akan diformat menjadi pusat aneka produk unggulan dari para pelaku UKM tersebut. “Para pelaku UKM akan diberi kesempatan untuk memajang semua produk unggulannya. Untuk jangka panjangnya, Klinik UKM bisa menjadi lokasi pariwisata alternatif, karena di Klinik UKM tersebut, semua produk unggulan Sumenep bisa dilihat dan tentunya dibeli,â€Âterangnya. H. Masuni menjelaskan, dari data yang dimilikinya, para pelaku UKM yang ada di Kabupaten Sumenep sebanyak 2.100 orang. Menurutnya, untuk sementara, kendala utama yang dihadapi para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya adalah terbatasnya pangsa pasar. “Kami wajib membantu mereka, dengan cara berusaha mengkomunikasikan produk unggulan mereka pada para investor. Kalau benar-benar terwujud, investor yang tertarik dengan produk unggulan Sumenep, akan kami ajak langsung ke Klinik UKM yang memang diformat sebagai pusat aneka produk unggulan lokal,†ujarnya menambahkan. H. Masuni memaparkan, produk UKM yang dinilai sebagai potensi unggulan dan layak jual, diantaranya batik khas Sumenep, kerajinan ukir-ukiran kayu, kripik singkong, dan camilan dari rumput laut. ( Nita, Esha )