News Room, Selasa ( 23/06 ) Pasca dibukanya Jembatan Suramadu, yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dengan Pulau Madura di Kabupaten Bangkalan, memberikan dampak negatif bagi pelayaran armada milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Kalianget. Karena, sejak diresmikannya jembatan suramadu pada 10 Juni 2009 kemarin, jumlah penumpang Kapal Motor (KM) Manila milik PT. DLU Kalianget, menurun 50 persen. Direktur PT. DLU Cabang Kalianget, Wiweko Agung Wicaksono mengatakan, bahwa pembukaan akses Jembatan Suramadu tersebut, memang telah mengurangi terhadap jumlah penumpang armadanya, yang biasa melayani trayek Kalianget menuju Jangkar (Situbondo). “Penurunan penumpang tersebut, memang sangat terasa. Utamanya terhadap angkutan roda empat, baik mobil maupun truk. Saat ini, mereka lebih kebanyakan memilih menggunakan jalur darat, dibandingkan naik kapal,â€Âterangnya. Wiweko menjelaskan, faktor utama yang mampu menyedot perhatian para pengemudi itu, tarif tol Jembatan Suramadu yang diberlakukan memang sangat murah. “Kami tidak mungkin bisa menyaingi tarif tersebut, apalagi menurunkan tarif. Sebab, saat ini kami sudah kembang-kempis dengan tarif yang diberlakukan,†ungkapnya menambahkan. Pihaknya memprediksi, penurunan jumlah penumpang ini tidak akan berlangsung lama. Karena, dimungkinkan pengalihan penggunaan jalur darat tersebut, hanya sebagai euforia (kesenangan) belaka dengan dibukanya Jembatan Suramadu. ( Nita, Esha )