Sumenep-Kominfo News Room : Musibah kebakaran di pasar anom sumenep pada 28 Oktober kemarin, yang menghanguskan 161 kios pada blok AT-AK dan AT-AS, ternyata mendapat perhatian serius dari PCNU Sumenep. Menanggapi peristiwa memilukan itu, seluruh pengurus cabang NU kamis malam menggelar pertemuan, untuk membicarakan mengenai pencarian solusi yang efektif dan efisien kepada pedagang selaku korban kebakaran tersebut. Menurut Sekretaris PCNU Sumenep, Arif Imron, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, maka NU berharap kepada korban kebakaran pasar anom khususnya pemilik kios, untuk selalu bersabar dan bertawakal, agar bisa bangkit kembali dalam membangun usahanya. Kemudian, untuk masyarakat luas, PCNU meminta supaya memberikan sumbangan pemikiran kepada pihak korban. Namun, yang terpenting dalam pembahasan itu, PCNU meminta kepada pemerintah kabupaten, agar secepatnya memberikan bantuan dana kepada korban kebakaran. Arif Imron menandaskan, bantuan dana itu bukan berupa pinjaman, tapi dalam wujud hibah, karena kebakaran itu merupakan bencana yang membutuhkan kucuran dana secara cuma-cuma. Arif Imron menambahkan, jika bantuan itu bersifat pinjaman, maka para pedagang akan dibebani dengan pengembalian dana yang disertai bunganya. Sehingga, para pedagang selaku korban akan mengalami kesulitan untuk bangkit kembali. Sementara itu, Wakil Bupati selaku Ketua Satlak PBP (Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) Kabupaten Sumenep mengatakan, pemerintah Kabupaten tidak bisa memberikan bantuan dana berupa hibah kepada pedagang korban kebakaran. Karena, menurut Wabup, musibah itu bukan termasuk dalam kategori bencana alam. Lebih lanjut Wabup menerangkan, untuk pembangunan pasar yang hangus terbakar, akan mulai dilakukan pada awal 2008 mendatang, dengan mengambilkan dana dari anggaran tak terduga. ( Nita, Esha )