Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-12-2005
  • 449 Kali

PCNU SUMENEP TOLAK ADANYA PENGAMBILAN SIDIK JARI

Sumenep-Infokom News Room : Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Sumenep menolak rencana pemerintah SBY-MJK memerangi terorisme di tanah air dengan melakukan pengambilan sidik jari bagi santri Pondok Pesantren, pasalnya PCNU menilai, pengambilan sidik jari itu sebagai bentuk pelecehan dan mendiskriminatifkan keberadaan Pondok Pesantren. Ketua PCNU Sumenep, Drs. KH. Abdullah Cholil, M.Hum mengatakan, seharusnya pemerintah jika ingin memberantas terorisme jangan melibatkan Pondok Pesantren, melainkan jika pemerintah ingin memburu terorisme harus memburu kelokasi gerbongnya, bukan ke Pondok Pesantren. Selama ini pendidikan di pondok pesantern lebih menekankan kepada ilmu agama dan ahlak yang jauh dari sifat ekstrim, apalagi pondok pesantren juga ikut ambil bagian dalam membangun bangsa dan negara, jadi tidak pantas pemberlakukan sidik jari itu bagi santri pondok pesantren. Bahkan sikap penolakan PCNU Sumenep itu secara kelembagaan akan mengeluarkan seruan keberatan, jika pemerintah masih meneruskan keinginanya itu. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD yang juga sebagai Ketua DPC PPP Sumenep, KH. Drs. A. Warits Ilyas menuturkan, pihaknya tidak setuju dengan rencana pemerintah itu, alasannya rencana sidik jari bagi santri pondok pesantren akan menimbulkan persoalan baru ditengah-tengah masyarakat yang menyudutkan pondok pesantren sebagai sarang lahirnya terorisme. Sebaiknya, jika pemerintah ingin meminimalisir munculnya terorisme, pemberlakuan sidik jari itu tidak hanya diterapkan untuk dunia pendidikan pondok pesantren saja, melainkan pengambilan sidik jari itu harus menyeluruh bagi lembaga pendidikan, baik formal maupun tidak formal. ( Yasik, Esha )