News Room, Rabu ( 01/05 ) Setelah Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si menerima surat ijin operasi Pelabuhan Raas, Kecamatan/kepulauan Raas dari Dirjen Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Soeroyo Ali Moesa secara simbolis di Lamongan beberapa waktu lalu, kini Pemkab Sumenep telah mempersiapkan secara teknis untuk beroperasi, baik jalur jarak pendek maupun jarak panjang. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, sampai saat ini Pemkab sudah menyiapkan berbagai langkah, diantaranya sudah menyelesaikan tender operator yang akan beroperasi. Hasil tendernya, Dharma Lautan Utama (DLU) menjadi operator. Hingga saat ini, pemenang tender itu masih proses penyelesaian administrasinya. Diperkirakan, bulan depan, pelabuhan tersebut baru bisa dioperasikan. "Diperkirakan awal bulan Juni 2013 ini, Pelabuhan Raas itu akan beroperasi, sekarang masih menunggu persiapan dari operator kapal yang mau melayani jalur daratan-kepulauan termasuk pelabuhan Raas,"kata Bupati, Rabu (01/05). Bupati memaparkan, selain persiapan operator, pihaknya juga masih menunggu penetapan tarif tiket bagi penumpang dari Pemprop Jatim, karena penetapan tarif tiket itu harus melalui Peraturan Gubernur (Pergub). "Sedangkan tarif tiket penumpang, saat ini masih dalam proses di Propinsi, karena harus ada Pergub-nya,"terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Hery Koentjoro P, menjelaskan, fasilitas Pelabuhan Raas itu sudah siap, tinggal operasi. Namun, sebelum dioperasikan, ada berbagai hal yang harus disiapkan diantaranya operator kapal. Sesuai hasil koordinasi dengan pemenang tender, kapal yang akan beroperasi sejenis Roro dengan bobot grestonase 500, kapasitas penumpang 250 orang dan 20 mobil. "Kapal yang akan dioperasikan sejenis Roro. Jadi cukup lah untuk penyebrangan antar pulau di Sumenep,"tegas Hery. Meski operator kapal yang akan beroperasi di Pelabuhan Raas itu sudah ada, lanjut Hery, namun pihaknya masih membuka peluang bagi operator lain untuk beroperasi disana. Dengan banyaknya jumlah operator, maka akan menambah gampangnya calon penumpang untuk bepergian. Sebab, dengan operator kali ini, hanya ada 2 kali jadwal pemberangkatan kapal dalam satu minggu. "Kalau ada operator lain yang beroperasi disana (Raas) pasti lebih memudahkan bagi masyarakat untuk bepergian. Untuk itu, kami tetap terbuka bagi operator lain untuk bergabung,"ujarnya. Dia menambahkan, untuk trayek kapal jarak pendek yaitu Raas-Jangkar dan trayek jarap panjang, Jangkar-Raas-Sapudi-Kalianget 2 kali dalam satu minggu. Jadi trayek ini berupa trayek tetap dan beraturan. "Artinya setiap dijadwalkan kapal pasti berangkan, beda dengan trayek yang dari Kalianget-Jangkat,"tegasnya. Pelabuhan Raas itu mulai dibangun sejak tahun 2008 hingga 2012 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 71 milyar dari dana APBN dan APBD Propinsi Jatim. "Kami berharap, dengan beroperasinya pelabuhan Raas ini bisa menambah perkembangan perekonomian masyarakat Raas dan Kabupaten Sumenep secara keseluruhan,"ungkapnya. ( Nita, Esha )