News Room, Kamis ( 01/08 ) Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) Kabupaten Sumenep 2013, yang dilaksanakan di Kecamatan Kota Sumenep dan Kalianget, hingga saat ini masih belum mencapai 50 persen dari pelaksanaan kegiatan yang harus direalisasikan tahun ini. Asiten Koordinator Kota (Askot) PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Usmenep, Abd. Salam kepada News Room menjelaskan, pelaksanaan kegiatan PNPM-MP di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Sumenep hanya sekitar 30 persen, sedangkan di Kecamatan Kalianget bahkan ada yang sudah selesai 100 persen. “Serapannya tergantung masing-maisng Desa, di kota misalnya, masih baru melakukan pembelian material, sedangkan yang di Kalainget sudah ada yang 100 persen, 90 persen, namun ada juga yang masih 30 persen,”ujarnya. Sasaran program pemberdayaan yang langsung dilaksanakan masyarakat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan sejumlah Unit Pelaksana di bawahnya, tahun 2013 ini masih banyak tertumpu pada kegiatan infrastruktur, meskipun kegiatan sosial dan ekomoni juga tetap dialokasikan. Menurut pria kelahiran Sumenep ini, yang terpenting dalam pelaksanaan PNPN-MP, membutuhkan keseriusan dari para pelaksana di masing-masing Desa, mulai BKM, UPL, UPS dan para pelaksanan Kelompk Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana di lokasi kegiatan. “Kami harapkan dengan tetap mengacu pada aturan, ketetntuan dan mekanisme yang ada, para pelaku mampu melaksanakan kegiatan dengan benar, sehingga PNPM-MP mampu memberdayakan masyarakat setempat,”tambahnya. ( Ren, Esha )