News Room, Selasa ( 26/07 ) Pelaksanaan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNMP-MP), diharapkan efektif dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat sosisaliasi tingkat Kabupaten PPIP dan PNPM-MP di Pendopo Agung, Selasa (26/07) mengatakan, pelaksana PPIP dan PNPM-MP harus melaksanakan program tersebut secara efektif dan efisien, bahkan melibatkan semua kekuatan yang ada di masyarakat. Itu dilakukan, agar program PPIP dan PNPM-MP itu berjalan optimal dan mampu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep, sebab pemberantasan kemiskinan di Desa-desa belum maksimal, apabila dibandingkan dengan alokasi dana yang turun ke Desa. ”Kalau bicara data yang ada selama 5 tahun terakhir, tentang bantuan keuangan untuk pogram yang turun ke Desa itu cukup besar, bahkan naik 250 persen, sehingga Desa harus menjemput bola. Tapi ternyata, dengan anggaran dana yang besar itu hanya mampu mengentaskan kemiskinan di Desa-desa hanya 2 persen saja,”tegasnya. Bupati menyatakan, elemen masyarakat untuk ikut mendukung program pemerintah secara benar, mengingat apabila tidak ada sinergitas antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat, mustahil program tersebut membuahkan hasil. ”Karena itu, dengan kegiatan sosialisasi ini, pelaksanaan program membangun kebersamaan, persepsi, dan standart kinerja untuk mensukseskan program tersebut,”ungkapnya. Ditempat yang sama Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Zain Saleh, M.Si mengungkapkan, alokasi anggaran PPIP dan PNPM-MP di Sumenep sebesar Rp. 2,6 milyar, masing-masing untuk PPIP sebesar Rp. 1 milyar, dan PNPM-MP sebesar Rp. 1,6 milyar. ”Dalam tahun ini, Kabupaten Sumenep juga direncanakan menerima kucuran dana dari APBN Perubahan sebesar Rp. 15 milyar, yang diproyeksikan terhadap Infra Struktur Jalan, Irigasi, Air Minum, dan Pertanian,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )