News Room, Jumat ( 30/11 ) Program pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta dana bergulir dengan bunga rendah dan angsuran terjangkau bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) oleh sejumlah perbankan di Kabupaten Sumenep, merupakan langkah tepat untuk lebih mengembangkan para pelaku UKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut diungkapkan salah seorang pelaku UKM di Kabupaten Sumenep, Mashuri kepada sejumlah wartawan. Menurutnya, meskipun diakui dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir pasca terjadinya krisis global, banyak para pengusaha yang tidak lagi eksis seperti tahun sebelumnya. Namun kondisi riil yang terjadi, para pengusaha UKM tetap eksis menjalankan usahanya. “Meskipun kenyataannya, dibandingkan tahun 2011 lalu dan tahun-tahun sebelumnya, permintaan eksportir diberbagai negara cukup banyak, namun di tahun 2012 ini tampak berkurang,”ujarnya. Karena itu tegas Mashudi, yang juga Ketua Koperasi Aneka Usaha di Kecamatan Bluto, dengan adanya dampak krisis global, dalam mengembangkan usahanya lebih banyak dilakukan di daerah sendiri, dengan mengembangkan produk UKM yang diminati di pasar lokal dan tradisional. Bahkan, kedepan dengan bentuk kemitraan dengan pemerintah dan lembaga penyalur kredit usaha rakyat, dapat diupayakan pemanfaatan bahan baku yang selama ini di ekspor keluar negeri lebih banyak dimanfaatkan dan diolah di dalam negeri. Disamping dapat meningkatkan dunia usaha, juga dapat memberdayakan masyarakat, dengan menampung banyak tenaga kerja. Sebab, jika selama ini dijual dalam bentuk glondongan keluar negeri, disamping memiliki nilai jual rendah, tingkat pemberdayaan masyarakat sangat kurang. ( Ren, Esha )