News Room, Senin (16/11) Akhirnya ratusan warga pelanggan PLN dari beberapa Kecamatan yang masuk wilayah PLN Ambunten, tadi pagi neguruk Kantor PT. PLN (Persero) UPJ Ambunten Massa yang diperkirakan sekitar 60 orang lebih tersebut datang dengan menggunakan mobil truk dan pick up diantaranya, dari Kecamatan Batuputih, Manding, Ambunten dan Kecamatan Pasongsongan. Kedatangan mereka terkait dengan upaya operasi listrik (Opal) yang dilakukan oleh petugas P2TL (Penertiban Pemakan Tenaga Listrik) yang selama ini dianggap meresahkan pelanggan. Sebelumnya masyarakat sempat emosi karena negoisasi yang dilakukan beberapa orang perwakilan mereka dengan Manager PLN UPJ Ambunten tidak membuahkan hasil dan keputusan apapun. Dan kembali dilakukan negoisasi yang kedua kalinya, yang akhirnya perwakilan mereka keluar dengan memberikan kabar baik kepada massanya jika tuntutan merekadikabulkan. Hingga akhirnya ratusan massa membubarkan diri dengan tertib. Salah seorang perwakilan massa dari Desa Batuputih Laok, Ramli ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, jika kedatangan massa pelanggan PLN di Desanya memang berharap ada solusi terbaik dari PLN, setidaknya listrik para pelanaggan yang kena Opal itu dinyalakan kembali, kemudian denda yang diberikan karena sangat tinggi dan memberatkan pelanggan harus disamakan dengan pelanggan yang membayar ditempat. "Kami minta PLN tidak pilh-pilih dalam memberi sangsi, jika yang membayar ketika dilakukan Opal oleh petugas dan bayar ditempat hanya Rp.400 ribu seharusnya yang lainnya juga seperti itu, namu yang terjadi malah ada yang Rp.4 juta lebih. sedangkan kami tidak tahu kesalahan dan tindak pelanggarannya dimana."Ujar Karim. Bahkan terkait dengan upaya negoisasi yang dilakukan tersebut, hendaknya pihak PLN tidak ingkar janji dan betul-betul menhidupkan listri bagi pelanggan yang kena Opal, sebab mereka tetap dikenakan biiaya bulanan sebagaimana mestinya. Dan segera mengembalikan meteran yang sempat disita oleh petugas. Sementara Manager PLN (Persero) UPJ Ambunten. Moh. Alwi ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan usai menemui perwakilan massa di Kantornya mengungkapkan, jika pihaknya memang memberikan solusi kepada pelanggan yang kena Opal, namun tetap dengan prosedur yang ada, yakni dengan berbagai persyaratan yang memang diberlakukan sesuai aturan yang ada di PLN. "Kami memang memberikan solusi, namun mereka tetap harus melaksanakan berbagai persyaratan sesuai tingkat pelanggarannya dan melalui prosedur yang ada. kalau tiba-tiba kami hidupkan tanpa prosedur yang ada kami bisa disalahkan."ujar Alwi. Soal rincian pelanggaran PLN, Alwi mengaku itu sudah dilakukan rincian dengan betul dan dilihat dari tingkat kesalahan dan kontraknya seperti apa. Sebab yang dilakukan bagaimana kerugian PLN di Ambunten tidak banyak, sebab selama ini kerugian PLN Ambunten setiap tahunnya sangat tinggi. Disinggung soal pembayaran ditempat oleh pihak petugas, Alwi berdalih tidak ada seperti itu, namun tegasnya, apabila memang ada yang bertindak seperti itu dilapangan diharapkan disampaikan kepada pihaknya dan akan dilakukan sangsi. Dan kalau memang ada petugas yang tidak prosedural dalam melaksanakan Opal jika bisa dilaporkan dan pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sangsi yang tegas sesuai aaturan yang ada. ( Ren, Esha )