News Room, Rabu ( 28/10 ) Pengambilan sumpah/janji atau pelantikan pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, yang digelar Rabu (28/10) pagi, diwarnai demo. Sebanyak 50 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD setempat. Bahkan, aksi tersebut nyaris terjadi bentrok antara aktivis dengan personel Kepolisian Resor (Polres) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Ini terjadi, ketika puluhan aktivis PMII memaksa masuk ke halaman Kantor DPRD, dan dihalangi polisi dan Satpol PP di pintu masuk sisi selatan. Mahasiswa akhirnya mendorong pagar dan ditahan oleh puluhan polisi dan Satpol PP. Puluhan aktivis PMII ini merasa kecewa, tidak bisa masuk ke Kantor DPRD. Lalu, mereka melanjutkan aksinya dengan duduk di sisi barat Jalan Trunojoyo, sambil menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan "Surat Buat Wakil Rakyat". Koordinator aksi PMII, Suryadi, mengatakan, pihaknya hanya ingin bertemu dengan para wakil rakyat, untuk menyampaikan aspirasi terkait masih banyaknya persoalan yang terjadi di masyarakat. “Terus terang kami kecewa dengan sikap anggota dewan. Padahal, kami hanya ingin bertemu. Seandainya kami ditemui, tidak mungkin terjadi aksi dorong mendorong ini,†tegasnya. Sementara, Staf Sekretariat DPRD Sumenep, Raisul Kawim, mencoba melakukan negosiasi dengan aktivis PMII. “Silakan masuk. Namun, kami minta kawan-kawan menunggu sebentar, karena sekarang ada kegiatan pengambilan sumpah/janji atau pelantikan pimpinan definitif DPRD Sumenep,†kata Kawim pada perwakilan aktivis PMII, Rusdi. Tawaran tersebut ditanggapi puluhan aktivis PMII dengan tetap meneriakkan kalimat yang meminta pimpinan DPRD keluar dari ruangan. Setelah pengambilan sumpah/janji atau pelantikan ketua definitif DPRD Sumenep usai dilakukan, akhirnya salah seorang anggota DPRD, Darul Hasyim, menemui para aktivis PMII. ( Nita, Esha )