News Room, Kamis ( 30/12 ) Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) yang dilaksanakan di Kecamatan Kota Sumenep hendaknya benar-benar dapat terlaksana sesuai acuan pelaksanaan PNPM-MP. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya, baik yang sudah dilaskaanakan maupun yang masih akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Hal tersebut diungkapkan Kasie PMD Kecamatan Kota Sumenep selaku Penanggung Jawab Opersional Kegiatan (PJOK), Syamsul Arifin ketika membuka pelaksanaan Pelatihan PNPM-MP bagi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) se Kecamatan Kota Sumenep di Desa Pandian, Kamis (30/12). Menurutnya, dalam tingkat evaluasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dimasing-masing Desa dan Kelurahan oleh LKM hingga tingkatan pelaksana dibawahnya, yakni Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM ), perlu terus dilakukan pengukuran kinerja. “Hal itu untuk mengantisipasi tingkat penyimpangan dalam realisasi program yang diharapkan betul-betul dapat memberdayakan masyarakat miskin dilingkungan Desa dan Kelurahan masing-masing. Sementara Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FKL) LKM Kecamatan Kota Sumenep, Joni Kuswandi menjelaskan, kegiatan pelatihan bagi LKM yang dilaksanakan tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan bagi para Sekretaris LKM, Unit Pelaksana Keuangan (UPK), Unit Pengelola Sosial (UPS) dan Unit Pengelola Lingkungan (UPL). “Sebenarnya, ini merupakan program kegiatan tahun 2009 yang baru bisa dilaksanakan akhir tahun 2010 ini. Sebab, dana yang masuk memang baru dalam bulan ini.”Ujarnya. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan sehari itu, menggunakan metode diskusi dan silang pengalaman pelaksanaan dari masing-masing Desa dan Kelurahan dengan panduan Fasilitator dan Askot CD Kabupaten Sumenep. Salah seorang senior Faskel, Ach. Wardi mengungkapkan, proses pendampingan untuk pembelajaran, dilakukan melalui tahapan yang disebut dengan siklus PNPM-Mandiri Perkotaan. Tahapan ini sebetulnya merupakan tahapan yang biasa dilakukan dalam proses pembangunan (daur program pembangunan) hanya saja pada PNPM-Mandiri Perkotaan setiap tahapan diberi nama khusus. Diharapkan melalui proses pembelajaran ini, untuk selanjutnya LKM bersama masyarakat akan terbiasa setiap tahun menjalankan siklus (proses pembangunan) secara terus-menerus dan berekelanjutan, tanpa harus bergantung lagi kepada pendampingan dari PNPM-P2KP. “Pada proses inilah, pendampingan proyek akan berubah menjadi programnya masyarakat,”pungkasnya. ( Ren, Esha )