Sumenep-Kominfo News Room : Perairan Masalembu dan Kangean dalam dua hari ke depan diperkirakan tinggi gelombang di perairan tersebut, mengalami peningkatan antara 1,25 hingga 1,5 meter. Sedangkan tinggi gelombang di perairan Bawean antara 0,5 hingga 1 meter. “Bagi pelayaran dan nelayan, hendaknya waspada terhadap tinggi gelombang di sekitar wilayah perairan itu. Gelombang yang tinggi dan ditambah adanya hujan, serta angin kencang, maka lebih berbahaya,†imbau Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Perak Surabaya, Arif Triono, saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (08/02). Dikatakannya, kondisi gelombang di Samudera Indonesia, sampai hari ini masih relatif tinggi, yaitu antara 1,0 sampai 2.0 meter dan ketinggian gelombang Laut Jawa antara 0,5 sampai 2 meter. Selat Bali, dengan tinggi gelombang antara 0,5 sampai 1,5 meter dan Selat Madura antara 0,5 sampai 0,75 meter. Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Juanda Surabaya, Drs. Endro Tjahjono mengatakan, cuaca di Jawa Timur pada umumnya cerah berawan dan berpeluang hujan pada siang, sore dan malam hari. Hal itu, dikarenakan adanya tekanan rendah di daerah selatan Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan utara Australia yang membentuk pola-pola konvergensi. Selain pengaruh tekanan rendah, juga adanya gangguan tekanan rendah atau siklon tropis yang mulai masuk di daratan Australia. Peluang hujan diprakirakan terjadi pada sore dan malam hari dengan intensitas ringan hingga lebat bersifat lokal yang kadangkala disertai angin kencang dan petir. Angin bergerak dari arah barat dengan kecepatan 0,5 hingga 60 Km/jam. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celcius. Ia menjelaskan, wilayah Jawa Timur yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras, meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Bawean. Sedangkan wialayah Jatim yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yaitu Jatim bagian utara meliputi Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bawean, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Kalianget, dan Sumenep. Jatim bagian tengah meliputi, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Jombang dan Mojokerto. Sementara Jatim bagian timur meliputi, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan Bondowoso. Malang, Blitar, Trenggalek,Tulungagung dan Pacitan. Ditambahkannya, intensitas curah hujan tinggi antara 0,5 sampai 4 mm per jam, intensitas sedang dengan curah hujan lebih kecil dari 4 mm per jam dan intensitas ringan, dengan curah hujan kurang 0,5 mm per jam. “Masyarakat, hendaknya tetap waspada khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir,†harapnya. ( JNR, Esha )