Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-11-2012
  • 616 Kali

Pembangunan Infrastuktur Jalan Aspal Perlu Ditingkatkan

News Room, Senin ( 19/11 ) Banyaknya kerusakan jalan khususnya di sejumlah daerah di Kepulauan di Sumenep, menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk terus memperhatikan keberadaan transportasi di kepulauan tersebut, sehingga diharapkan secara bertahap pembangunan infrastruktur tidak tertinggal jauh dengan daratan. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Moh. Syahrial, MM kepada sejumlah wartawan mengakui, kerusakan transportasi jalan utama di sejumlah kepulauan sudah parah. Bahkan bisa dikatakan hampir 80 persen sejumlah jalan kepulauan banyak yang rusak. “Karena itu, pada tahun 2013 nanti kami akan berupaya untuk menambah volume kegiatan pembangunan jalan aspal di sejumlah kepulauan,”ujarnya. Dijelaskan, sejumlah Kecamatan di kepuluan yang banyak rusak seperti di Kecamatan Arjasa dan Kangayan di Pulau Kangean, Kecamata Raas, Sepudi, Sapeken dan Masalembu. Khususnya untuk kepulauan Raas dan Kangean yang banyak rusak parah. Dijelaskan, untuk tahun 2013 diperkirakan akan naik 200 persen untuk alokasi pembangunan infrastruktur di kepulauan. Jika sebelumnya, hanya sekitar Rp. 7 milyar, penambahannya sekitar Rp. 14 milyar. Yang berarti dana yang direncakan sekitar Rp. 21 milyar untuk 7 lokasi Kecamatan di kepulauan. Diakui H. Syahrial, kegiatan pembangunan jalan aspal di kepulauan dilakukan secara bertahap. Karena, tidak memungkinkan bisa dilaksanakan dalam 1 atau 2 tahun. Disamping keterbatasan anggaran, pihaknya juga harus tetap melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan disejumlah tempat di daratan. Apalagi, persoalan yang dihadapi untuk pelaksanaan pembangunandi kepulauan, karena sulitnya transportasi yang memadai untuk pengadaan material. Sebab, bahan bakunya jelas banyak didatangkan dari daratan. Sedangkan di pulau sendiri, bahan baku sangat sulit dan kurang memenuhi standart. “Mudah-mudahan peningkatan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di kepulauan bisa mengurangi persoalan transportasi di kepulauan,”tambahnya. ( Ren, Esha )