News Room, Senin ( 08/09 ) Menyusul rencana pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap II, kini semua propinsi sudah melakukan pembayaran BLT tahap I. Jika diprosentasi totalnya mencapai 83,88% atau sebanyak 15.952.231 kartu dari alokasi sebesar 19.018.058 kartu dengan total dana sebesar Rp. 5,71 triliun. Prosentase itu, jika ditotal dengan jumlah kartu yang dinyatakan batal sebanyak 1.337.569 kartu, menjadi 92,97 persen. Menkominfo, Mohammad Nuh, dalam keterangan persnya yang dikirim ke Jatim Newsroom Sabtu malam mengatakan, total kartu yang batal sebanyak 1.337.569 dengan alasan antara lain, bukan warga sebanyak 0,23 persen, kartu ganda (0,19 persen), meninggal dunia (23,83 persen) serta pindah alamat (17,11 persen). Sementara, yang tidak layak atau sudah merasa mampu (33,64 persen) dan tidak dikenal (6,31 persen) dan alasan lain-lain (18.70 persen). Terhadap kartu batal atau kartu yang diblokir, pemerintah telah melakukan penggantian dari warga yang sebelumnya tidak menerima BLT. Hingga kini, telah disiapkan kartu pengganti sebanyak 1.088.874, dan kini masih dalam proses verifikasi di Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat. Diharapkan, sebelum proses pembayaran Tahap II dilakukan, semua kartu pengganti telah diterima masyarakat. Sementara itu, dari 440 Kabupaten/Kota yang menerima BLT, hingga kini masih tersisa 36 Kabupaten/Kota yang belum melakukan pencairan atau 8,18 persen. Ke 36 Kabupaten/Kota ini akan serentak melakukan pembayaran bersamaan dengan pencairan tahap II. Hingga saat ini terdapat 22 Propinsi yang Kabupaten/Kota di wilayahnya telah seluruhnya membayarkan BLT tahap I. â€ÂKe 36 Kabupaten/Kota yang belum melakukan pembayaran disebabkan karena berbenturan dengan proses Pilkada,â€Âkatanya. Terkait pencairan tahap II, saat ini Kantor Pos telah menyiapkan beberapa hal, diantaranya, akan menginformasikan kepada masyarakat dengan menggunakan media, baik elektronik maupun cetak mengenai kapan waktu mulai pencairan di masing-masing daerah. Sedangkan dalam rangka mengurangi penumpukan/antrian di Kantor Pos, pada tahap II nanti akan tetap digunakan jadwal pembayaran yang disusun bersama antara Kantor Pos dan Pemda setempat. “Ini terlebih pada September 2008 ini merupakan bulan puasa, sehingga diperlukan kondisi yang disesuaikan dengan suasana Ramadhan,†katanya. Pemerintah berjanji, pada pencairan tahap II akan lebih disempurnakan, terutama berkait dengan berbagai kendala selama pencairan tahap I. Terhadap verifikasi total atau verifikasi akhir, yang dilakukan BPS akan ditargetkan selesai pada akhir September ini. ( JNR, Esha )