Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-09-2009
  • 563 Kali

Pembelian Tembakau Di Sumenep, Target Belum Terpenuhi

News Room, Sabtu ( 12/09 ) Pembelian tembakau yang dilakukan PT. Gudang Garam di Kabupaten Sumenep pada tahun 2009, merupakan terpanjang dibandingkan tahun 2008 lalu. Sebab, hingga Jum’at (11/09) kemarin, total pembelian tembakau masih belum mencapai kuota. Pembelian tembakau di 2 gudang di Sumenep, baru mencapai 3.500 ton, sehingga kekurangan pembelian tembakau hanya tinggal 325 ton. Padahal, pada tahun 2008 lalu, dengan jumlah pembelian tembakau yang sama, yakni 3.825 ton, gudang hanya melakukan pembelian sekitar 3 minggu. Namun, untuk tahun ini, meski sudah memasuki minggu ke 4, target belum juga tercapai. Kuasa Pembelian Tembakau PT. Gudang Garam di Sumenep, Freddy Kustianto mengatakan, pihaknya merasa aneh terhadap musim panen tembakau di Sumenep tahun ini. Sebab, sudah hampir satu bulan sejak gudang melakukan pembelian tembakau pada 15 Agustus lalu, namun sampai sekarang target belum terpenuhi. Dan, tembakau masih tersedia. “Kami melihat ada keanehan pada musim panen tembakau tahun ini di Sumenep. Biasanya, pada pertengahan September, tembakau sudah habis. Tapi, untuk tahun ini kami prediksi hingga akhir bulan September 2009 nanti tembakau masih tetap ada,”terang Freddy, pada wartawan di kantornya, Sabtu (12/09). Ia menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya tetap melakukan pembelian tembakau, karena dari pabrikan PT. Gudang Garam sendiri belum ada pemberitahuan mengenai kapan gudang akan tutup, meski kekurangan target pembelian tembakau tinggal 325 ton. “Biasanya, 4 hari atau satu minggu sebelum gudang harus berhenti melakukan pembelian, ada pemberitahuan dari pabrikan. Tapi, hingga sekarang kami belum menerima pemberitahuan. Jadi, sampai sekarang kami tetap buka, atau melakukan pembelian tembakau,”ujarnya. Freddy menambahkan, dari 3.500 ton tembakau yang sudah dibeli, semuanya merupakan tembakau tegal gunung, sehingga harganya tetap berkisar antara Rp. 16.000,00 hingga Rp. 26.000,00 per-kilogram. “Harga tembakau tahun ini belum ada yang mampu tembus Rp. 30.000,00. Hal ini dimungkinkan karena kualitas tembakau gunung menurun,”ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )