Media Center, Senin ( 14/08 ) Gerakan Kepanduan sebagai cikal bakal Gerakan Pramuka telah ada di Bumi Pertiwi sejak masa penjajahan Belanda. Tepatnya pada tahun 1912 dengan nama kelompok baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan. Jadi, sudah 105 tahun eksistensinya di Indonesia.
Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Presiden Soekarno telah menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 yang berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat menyampaikan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, pada Apel Besar Hari Pramuka Ke 56 Tahun 2017, di Lapangan Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Senin (14/08).
Pesan Bung Karno ketika itu “berusahalah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan gerakan kita. Sampai pada suatu ketika setiap anak dan pemuda serta pemudi kita, baik mahasiswa yang di kota maupun yang menggembala kerbau di Desa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan “Aku Pramuka Indonesia”.
“Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi "rumah besar" kita, dan saya yakin Pramuka dapat menyatukan bangsa ini ketika banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan lainnya,”tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan, potensi Gerakan Pramuka sangat besar, mimpi dan visi misinya besar, anggota tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan jaringan yang kuat dengan organisasinya yang terstruktur secara sistematis.
Dengan mengusung tema Hari Pramuka Ke 56 Tahun 2017, yaitu "Bekerja Untuk Kaum Muda, Mewariskan Yang Terbaik Bagi Bangsa”, mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda berkarakter melalui berbagai kegiatan yang lebih melibatkan kaum muda untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa, utamanya menyiapkan generasi mileneal untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya.
Ketua Kwarnas juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua Mabida, Ketua Kwarda, Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka yang telah mengirimkan peserta untuk mengikuti Raimuna Nasional XI Tahun 2017 yang bertemakan "Pramuka Untuk Masa Depan Indonesia” dengan slogan kibar (kreatif, inovatif dan berkarakter).
“Peringatan Hari Pramuka Ke 56 Tahun 2017 ini sangat istimewa, karena bersamaan dengan peresmian pembukaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017 oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta,”tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sumenep juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada Para Pengurus Kwarcab, Pelatih dan Pembina Pramuka yang telah menunjukkan dedikasi dan kiprahnya dalam mengembangkan kegiatan Pramuka di daerahnya.
Kegiatan Upacara Hari Pramuka Ke 56 Kwarcab Sumenep ditempatkan di Kwarran Ambunten yang juga melaksanakan Perkemahan mulai tanggal 13 hingga 15 Agustus 2017.
Di tempat berbeda Ketua Kwarcab Sumenep, Drs. H. Ach. Shadik, M.Si, juga menerima penghargaan di Kwarda Jawa Timur sebagai Terbaik 4 Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017 dan perwakilan penerima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas. ( Ren, Esha )