Media Center, Rabu ( 31/10 ) Momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-749 harus menjadi momentum seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Keris dengan masing-masing inovasi dan keahliannya.
“Tantangan pembangunan Sumenep di masa depan semakin berat di tengah pusaran kompetisi global, sehingga dibutuhkan kesungguhan, kekompakan dan inovasi tiada henti dari semua pihak, agar bisa menjadi daerah kompetitif dan mengatasi persoalan masyarakat.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si usai Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-749 di Depan Masjid Jamik, Rabu (31/10).
Bupati mengajak semua elemen bergotong-royong dalam membangun Kabupaten Sumenep, sehingga diharapkan peran serta masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah daerah.
“Sumenep adalah milik bersama, tentu saja pemerintah daerah dan masyarakat selalu bergandeng tangan dan saling membantu untuk mencapai kemajuan Kota Keris.” imbuh suami Nurfitriana ini.
Ia mengajak pemuda sebagai generasi penerus untuk meningkatkan kemampuan dirinya supaya menjadi pemuda berkualitas, sebab di tangan pemuda yang menentukan perkembangan Kabupaten Sumenep di masa mendatang.
“Tantangan bagi kita untuk menjadikan pemuda berkualitas dan berkarakter budaya, apalagi Kabupaten Sumenep dinobatkan sebagai Kota Layak Pemuda 2018 oleh Kemenpora. Karena itu pemuda harus mengembangkan kemampuan dan keahliannya agar Sumenep semakin maju di masa depan.” tuturnya.
Bupati menambahkan, Kabupaten Sumenep tepat di usia ke-749 tahun mendapatkan kepercayaan menggelar festival internasional yakni Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke V 2018 yang diikuti oleh ratusan raja dan sultan se-ASEAN dan pembukaannya secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pada tanggal 28 Oktober lalu.
“Ini merupakan sebuah bentuk kehormatan sekaligus pengakuan semua pihak kepada masyarakat Sumenep dan harus menjadi penyemangat bagi kita, bahwa Sumenep juga bisa berprestasi sejajar dengan daerah maju lainnya.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )