News Room, Rabu ( 28/08 ) Nasib anak-anak yatim dan anak miskin dalam menjalani kehidupannya, perlu mendapat perhatian semua pihak, termasuk pemerintah sendiri, agar keberadaan anak-anak yatind an tidak memiliki kemampuan tersebut dapat kesempatan yang sama dalam mencukupi kebutuhan hidup serta dalam mengenyam pendidikan dan sebagainya. Seperti halnya, yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam upaya membantu anak-anak yatim, khususnya yang ada di sejumlah Yayasan Panti Yatim. Dan biasanya di Kabupaten Sumenep keberadaan Yayasan Anak Yatim melekat di Pondok Pesantren maupun lembaga pendidikan, yang setiap tahun diberi bantuan. Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pelindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Drs. Akhmad Miyanto, M.Si. Menurutnya, setiap tahun pihaknya menganggarkan bantuan kepada anak yatim yang berada di yayasan anak yatim. “Untuk tahun 2013 ini kami telah menganggarkan bantuan untuk 30 yayasan anak yatim dan dalam PAK diusulkan 10 yayasan lagi untuk mendapatkan bantuan yang sama,”ujarnya. Bantuan yang dilakukan melalui pengurus yayasan tersebut, bertujuan untuk mengurangi beban yayasan dalam menghidupi anak yatim. Karena itu, bantuan tersebut agar dibelanjakan untuk kebutuhan sembako, makanan tambahan gizi, serta baju muslim untuk anak yatim kurang mampu. Masing-masing Yayasan dibatasi hanya 30 anak, karena keterbatsan anggaran yang tersedia. Diakui, program bantuan untuk anak yatim memang ditujukan kepada yayasan dan tidak dilakukan dalam bentuk perorangan. Sebab, untuk anak yatim yang ada dilingkungan rumah tangga biasanya juga sudah mendapat perhatian dari masyarakat sekitar yang peduli terhadap keberdaan anak yatim. Bahkan, secara seremonial juga sering dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sumenep, yang juga banyak menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan miskin. “Pada hakekatnya, melalui bantuan tersebut diharapkan juga dapat menggugah masyarakat, agar tersentuh untuk mengentaskan dan mengurangi beban anak yatim, baik yang ada di yayasan maupun di lingkungan keluarganya,”tambahnya. Bahkan, jika memungkinkan pihaknya juga akan mengajukan bantuan untuk anak yatim secara perorangan yang memang betul-betul sangat membutuhkan dimasa yang akan datang, sehingga tarap hidup dan sosial anak-anak yatim dan miskin juga mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak pada umumnya. ( Ren, Esha )