Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-10-2014
  • 415 Kali

Pemkab Sumenep Belum Ada Alokasi Bantuan Kaki Palsu

News Room, Selasa ( 28/10 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, hingga saat ini belum mengalokasikan anggaran bagi tuna daksa, berupa kaki palsu. Sebab, dibidang kesehatan masih fokus pada Puskesmas gratis. Wakil Bupati Sumenep, Dr. Ir. H. Soengkono Siddik, S.Sos, M.Si mengatakan, untuk bidang kesehatan memang baru Puskesmas gratis. Bantuan seperti kaki palsu yang dilaksanakan Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar bekerjasama dengan Yayasan Tuna Daksa belum bisa dilakukan Pemkab, karena membutuhkan anggaran yang cukup mahal. “Kami baru bisa memberikan pengobatan gratis di tingkat Puskesmas bagi keluarga miskin. Kalau bantuan alat, seperti kaki palsu bagi tuna daksa, belum dilakukan. Anggarannya cukup besar itu,”kata Wabup Sumenep, ketika menghadiri pemberian bantuan dan pemasangan kaki palsu di Yayasan Ponpes Al-Azhar, Selasa (28/10). Menurutnya, bantuan sosial yang digelar Yayasan Ponpes Al-Azhar ini merupakan kepedulian dari penyandang dana untuk tuna daksa di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sumenep. “Bansos ini bukan hanya di Sumenep, tapi meliputi Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur. Hanya lokasi pemberiannya dilakukan di Sumenep,”terangnya. Dampak dari bantuan tersebut, sangat menyentuh langsung pada masyarakat, yang sebelumnya penyandang cacat tidak bisa bergerak, maka dengan bantuan pemasangan kaki palsu ini ada semangat untuk kerja, hidup dan mencari nafkah hidup. “Jadi, dengan bantuan ini mereka para tuna daksa nantinya tidak lagi bergantung kepada orang lain, baik dalam mencari nafkah dan memiliki semangat hidup lagi,”ungkapnya. Penyerahan bantuan kaki palsu akan berlangsung selama 3 hari. Untuk Selasa (28/10), bantuan kaki palsu diberikan kepada 42 tuna daksa dari Kabupaten Sumenep. Sementara penyerahan bantuan penyandang tuna daksa yang berasal dari luar Sumenep akan dilakukan pada Rabu (29/10), dan Kamis (30/10). Sementara salah seorang penerima bantuan kaki palsu, Riskiyanto bersyukur atas adanya bantuan yang bersifat gratis tersebut. "Kaki kanan saya diamputasi akibat kecelakaan lalu lintas pada 2009. Alhamdulillah, pada Selasa ini, kami menerima bantuan kaki palsu secara gratis. Ini sangat bermafaat bagi kami,"pungkasnya. ( Nita, Esha )