Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-12-2013
  • 343 Kali

Pemkab Sumenep Lakukan Monev DBHCHT 2013

News Room, Rabu ( 11/12 ) Untuk meninjau secara langsung realisasi bantuan kepada masing-masing penerima, Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2013. Pada tahun ini, Pemkab Sumenep memperoleh DBHCHT dari Pusat senilai Rp. 23 milyar lebih. Dana tersebut dialokasikan terhadap 6 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yakni Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep. Tim monitoring dan evaluasi DBHCHT, Suhermanto menjelaskan, kegiatan ini melibatkan seluruh SKPD yang mendapat alokasi DBHCHT. Monitoring dan evaluasi tersebut, dilaksanakan selama 5 hari, mulai Rabu (11/12) hingga Jumat (13/12) dan Senin (16/12) sampai Selasa (17/12) pekan depan. “Monev ini kami lakukan dipenghujung tahun 2013, guna melihat secara langsung pemanfaatan DBHCHT di masyarakat. Selama lima hari ini, pada hari efektif kami genjot monitoring dan evaluasi bersama SKPD terkait,”kata Suhermanto, Rabu (11/12). Ia menuturkan, pemantauan dan evaluasi difokuskan dengan menyesuaikan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing Satker penyalur DBHCHT. Namun, mekanisme dijadikan satu titik di eks pembantu bupati. “Seperti hari pertama pelaksanaan monev ini, dilakukan terhadap realisasi di Kecamatan Ganding, meliputi bantuan Hand Tractor (Dishutbun), Mesin pengolah pupuk organik dan skop bantuan, sarana bagi usaha kecil berupa gorengan (Disperindag), peralatan bordir (Disnakertrans), bantuan obat-obatan (Dinkes) dan Bantuan demplot komposter (BLH),”terangnya. Dari hasil monitoring dan evaluasi ini, nantinya akan dijadikan dasar untuk pelaksanaan tahun anggaran mendatang. “DBHCHT diharapkan memiliki manfaat besar kepada masyarakat. Sehingga penggunaannya betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,”ungkapnya. ( Nita, Esha )