News Room, Senin ( 23/05 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, prioritaskan landasan pacu (run way) bandar udara (Bandara) Trunojoyo, dalam pembebasan lahan untuk pengembangan bandara tersebut, tahun 2011. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, H. Ach. Nursalam, S.Sos, M.Si menjelaskan, pembebasan lahan Bandara Trunojoyo tahun 2011, memang diprogramkan 4 hektar, yang diketahui milik 29 orang dengan anggaran Rp.1,8 milyar. Namun, yang sudah ditetapkan dan dilakukan penetapan baru 2,3 hektar milik 9 orang. “Karena, lahan ini yang diutamakan atau diprioritaskan untuk ladasan pacu. Sedangkan, sisanya sifatnya pendukung saja, yakni untuk safety pesawat saat take off dan landing. Kami tetap upayakan, sisa lahan seluas 1,7 hektar ini bisa dilakukan pembebasan tahun ini, meski harus diajukan dalam PAK,” kata Nursalam, pada wartawan di kantor DPRD Sumenep, Senin (23/05). H. Nursalam juga mengungkapkan, dengan adanya penetapan hak milik lahan sebagai landasan pacu itu, maka Pemkab Sumenep akan segera mengajak 9 orang pemilik lahan 2,3 hektar tersebut, untuk melakukan pertemuan. “Secepatnya, Bupati akan melakukan pertemuan dengan 9 orang pemilik lahan seluas 2,3 hektar, guna membicarakan persoalan harga tanah tersebut. Tapi bukan membahas masalah patokan harga,”ujarnya. Sesuai aturan dalam program pembebasan lahan Bandara Trunojoyo itu, kata H. Nursalam, yang berhak menentukan patokan harga lahan tersebut adalah konsultan independen penafsir harga. “Panitia hanya menyediakan data masalah SPPT, hak milik, letak, peta maupun blok. Selanjutnya, konsultan yang akan menentukan mengenai harga dan apakah tanah tersebut masih produktif atau tidak,”ungkapnya. Pemkab Sumenep tahun ini akan memperluas areal Bandara Trunojoyo sebagai bagian pengembangan bandara. Rencananya, lahan seluas 4 hektar di sekitar Bandara Trunojoyo itu akan dibebaskan untuk kepentingan perluasan areal bandara, termasuk perpanjangan landas pacu. Rencananya, landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo akan diperpanjang menjadi 1.250 meter dari semula sepanjang 905 meter. ( Nita, Esha )