Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-05-2009
  • 433 Kali

Pencairan BLT Di Sapeken Diwarnai Protes

News Room, Senin ( 11/05 ) Pada hari pertama pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Pulau/Kecamatan Sapeken, diwarnai protes warga. Sebanyak 250 orang warga miskin yang akan merima BLT mengaku kecewa, karena ditolak oleh petugas Pos, di Pendopo Kecamatan setempat, tanpa ada alasan yang jelas. Akibatnya, pencairan BLT sempat tertunda selama 30 menit, karena mereka yang ditolak tersebut tetap bertahan diloket pencairan. Para penerima BLT yang lain juga dilarang masuk sebelum mereka mendapat penjelasan dari petugas. Salah seorang tokoh masyarakat, Joni (39), warga Desa/Kecamatan Sapeken, mengatakan, ratusan warga Rumah Tangga Sasaran (RTS) itu, tetap ngotot untuk dicairkan. penerima BLT untuk Kecamatan Sapeken mencapai 3.860 orang, 250 diantaranya kecewa dan memprotes petugas di Kantor Kecamatan, karena ditolak tanpa ada alasan yang jelas. "Kartu BLT yang diterima oleh mereka itu sama dengan penerima lain dan hadir sendiri, tapi ditolak dan belum ada penjelasan resmi. Mereka saat ini bergerombol di Pendopo Kecamatan,"terang Joni dihubungi melalui telepon, Senin (11/05). Aktivis lembaga swadaya masyarakat ini juga mendesak aparat terkait dalam menyelesaikan persoalan yang menimpa warga penerima BLT sebelum melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Warga miskin itu bisa saja nekat, kalau dipersulit dalam menerima BLT,"tegasnya. Sementara, Ketua Satgas BLT PT. Pos Indonesia Kabupaten Sumenep, Sukarman, mengaku belum menerima laporan dari petugas pencair BLT di kepulauan. "Sampai saat ini belum ada laporan jika ada penolakan penerima BLT oleh petugas,"kata Sukarman pada wartawan di Kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Senin (11/05). Dia menduga, penolakan pada penerima BLT itu karena yang bersangkutan tidak hadir sendiri. Sebab, aturan saat ini tidak bisa dikuasakan pada siapapun. "Nama penerima harus sesuai dengan KTP dan hadir sendiri ketempat pencairan BLT," ungkapnya. ( Nita, Esha )